
Perusahaan teknologi China, Huawei mencapai kesepakatan dengan perusahaan operator Rusia untuk membangun jaringan nirkabel 5G pertama di negara tersebut.
Perjanjian operator terbesar Rusia, MTS, ditandatangani di sela-sela pembicaraan di Moskow antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kesepakatan itu datang di tengah saat kritis bagi Huawei di tengah perang dagang AS dan China.
AS melancarkan kampanye melawan Huawei, melarang perusahaan tersebut untuk menggunakan jaringan 5G yang dibangunnya sendiri, menghentikan penggunaan perangkat lunak dan komponen AS untuk telepon pintar (smartphone) dan peralatan jaringan bisnis mereka.
Washington juga mendesak negara-negara sekutunya untuk membatasi atau melarang penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G mereka. AS juga memperingatkan bahwa China dapat menggunakan infrastruktur data yang menggunakan peralatan Huawei untuk melakukan aktivitas mata-mata.
Sementara Ketua Dewan Huawai Guo Ping menyebut kesepakatan ini betapa pentingnya kemitraan teknologi bagi Rusia dan China.
Huawei mengatakan telah mendiversifikasi rantai pasokannya, tetapi analis mengatakan larangan ekspor jangka panjang AS akan benar-benar merugikan perusahaan.
Saai ini, saingan Huawei sudah mulai diuntungkan. Nokia Finlandia telah menandatangani 12 kontrak 5G baru dalam dua bulan terakhir, dibandingkan dengan tiga untuk Huawei.
Kedua perusahaan telah memenangkan lebih dari 40 kontrak 5G komersial dengan operator di seluruh dunia. Operator nirkabel di Jepang dan Inggris telah menunda peluncuran smartphone Huawei baru.