Gadget

Huawei dan ZTE Makin Dimusuhi Pemerintah AS

  • 14 November 2021
  • Bagikan :
    Huawei dan ZTE Makin Dimusuhi Pemerintah AS

    Foto ilustrasi: GizmoChina

    Uzone.id -- Drama seputar perusahaan asal China di Amerika Serikat masih berlanjut. Presiden AS Joe Biden telah menandatangani Secure Equipment Act menjadi Undang-Undang yang bakal menghalau Huawei hingga ZTE memakai lisensi komponen asal negaranya.

    Singkatnya, perusahaan teknologi seperti Huawei dan ZTE akan diblokir dari kerja sama bisnis dengan perusahaan AS. Alasannya masih sama, Huawei dan ZTE dianggap sebagai ancaman keamanan nasional AS, sehingga mereka tidak akan bisa menerima lisensi dari Federal Communications Commission (FCC).

    Begitu pun sebaliknya, komponen dan perangkat Huawei dan ZTE tidak bisa digunakan di jaringan telekomunikasi di AS.

    Baca juga: Mirip Galaxy Z Watch 3, Ponsel Lipat Huawei Dirilis Tahun Depan

    Mengutip berbagai sumber, FCC sendiri secara resmi sudah menetapkan Huawei dan ZTE sebagai ancaman keamanan nasional pada 2020 setelah pihaknya mengklaim telah menemukan bahwa kedua perusahaan ini memiliki hubungan dengan partai komunis China.

    Namun, baik Huawei maupun ZTE masih bisa mengajukan permohonan lisensi dari FCC selama tidak ada dana federal yang terlibat. 

    Namun, kedua perusahaan masih dapat mengajukan permohonan lisensi dari FCC selama tidak ada dana federal yang terlibat.

    Baca juga: Flagship Huawei Mate 50 Meluncur Maret 2022?

    Untuk alasan tersebut, Komisaris FCC, Brendan Carr telah mendorong para pembuat UU untuk meloloskan Secure Equipment Act yang akan memblokir Huawei, ZTE, Hytera Communications Corporation, Hangzhou Hikvision Digital Technology Company, dan Dahua Technology Company agar tidak bisa menerima lisensi komponen teknologi baru secara bersamaan.

    Demi menjalankan aturan ini, FCC meluncurkan program bernama rip and replace sebesar USD1,9 miliar atau setara Rp26,9 triliun pada Juli 2021.

    Program ini membantu memberikan subsidi biaya untuk perusahaan yang belum terlalu besar agar bisa mengganti komponen mereka dari perusahaan teknologi China. Tujuannya tentu saja agar mengamankan jaringan di negara Paman Sam.

    Dengan begitu, dengan pengesahan aturan ini melalui tanda tangan Biden, Amerika dianggap selangkah lebih dekat dalam mengamankan jaringan telekomunikasi mereka dari upaya potensial espionase pemerintah China.

    VIDEO: Hands-on Oppo A95

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini