
Uzone.id - Hyundai telah secara resmi memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Ioniq 3, yang dirancang khusus untuk menyasar segmen hatchback compact di pasar Eropa.
Model asal Korea Selatan ini menandai langkah ekspansi lanjutan dalam lini kendaraan listrik (EV) Hyundai, dengan fokus pada penggabungan desain aerodinamis, efisiensi, dan teknologi terkini.Ioniq 3 dikembangkan menggunakan platform Electric Global Modular Platform (E-GMP) dan beroperasi dengan sistem 400 volt.
Dari segi performa, kedua varian Ioniq 3 ditenagai oleh motor listrik tunggal di bagian depan yang menyalurkan daya ke roda depan. Uniknya, kendaraan ini tidak memiliki frunk (ruang penyimpanan di depan).
Hyundai Ioniq 3 menawarkan dua opsi baterai, yang secara langsung memengaruhi jarak tempuh dan output tenaga:
Meskipun berbeda dalam tenaga dan akselerasi, kedua varian Ioniq 3 memiliki torsi yang identik, yakni sebesar 184 lb-ft, dengan kecepatan maksimum yang dibatasi hingga 105 mph (sekitar 169 km/jam).
Desain dan Teknologi Kabin
Ioniq 3 mengusung bahasa desain 'Art of Steel', yang memperlihatkan fokus pada efisiensi aerodinamika dengan koefisien drag hanya 0,263.
Mobil ini didesain kompak dengan panjang 163,6 inci, menjadikannya lebih kecil dibandingkan model GV60.
Di bagian interior, Ioniq 3 menjadi model pertama Hyundai di pasar Eropa yang menggunakan sistem infotainment terbaru bernama Pleos Connect.
Sistem ini didukung oleh Android Automotive OS dan tersedia dalam dua pilihan ukuran layar: 12,9 inci atau 14,6 inci, tergantung pada varian yang dipilih.
Untuk menambah daya tarik, Hyundai juga menyediakan varian sporty N Line.
Dengan kombinasi spesifikasi dan fitur ini, Hyundai Ioniq 3 hadir sebagai alternatif menarik di segmen hatchback listrik, menyeimbangkan efisiensi, teknologi, dan fleksibilitas jarak tempuh bagi konsumen.