Home
/
Digilife

Ideafest 2026: AI Cuma Alat Pendukung, Ide Kreatif Tetap Milik Manusia

Melalui tema ini, IdeaFest menyerukan kembali kualitas dan naluri kreasi yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, khususnya AI.

Ideafest 2026: AI Cuma Alat Pendukung, Ide Kreatif Tetap Milik Manusia

Bagikan :

Uzone.id — Penggunaan AI di berbagai industri saat ini terus memunculkan kekhawatiran kalau peran manusia sebentar lagi tergeser oleh teknologi ini. Tapi meskipun sekarang banyak perusahaan yang sudah mengadopsi AI, tapi AI dinilai tidak bisa menggantikan peran manusia sampai kapanpun.

Peran manusia ini pun ditegaskan melalui tema IdeaFest 2026 edisi ke-14 ini yang mengusung “ReHumanize”. Melalui tema ini, IdeaFest menyerukan kembali kualitas dan naluri kreasi yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, khususnya AI.

Tak hanya itu, alih-alih menggeser peran manusia, teknologi justru seharusnya menjadi alat yang membantu manusia bekerja lebih efektif, sementara manusia tetap memegang peran utama dalam menentukan arah dan penggunaan teknologi tersebut.




Hal ini ingin yang disampaikan oleh Ovidia Nomia, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison melalui pagelaran festival kreatif terbesar se-Indonesia ini. Menurutnya, manusia berperan untuk mengendalikan dan memimpin teknologi.

“Jadi kita memang pengen membawa bahwa human needs to be in the loop. Human needs to lead. Dan kenapa human becomes human is because we have a heart,” kata Ovidia. 

Maka dari itu, pada akhirnya agar teknologi tetap terkendali, mereka tetap membutuhkan manusia.

At the end of the day, technology needs a heart. And where does the heart come from? It's from human. Teknologi adalah sebuah medium saja, kalau bukan manusia yang menjalankan, tidak akan ada yang bisa,” tutur Ovidia.

Untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, Indosat menaruh perhatian besar pada pengembangan talenta digital dan AI di Indonesia. Perusahaan menargetkan dapat membantu mencetak hingga 2 juta talenta Indonesia pada 2030 melalui berbagai program pengembangan kemampuan AI.

Dalam waktu dekat, Indosat juga menargetkan pelatihan kemampuan AI bagi 27.000 orang hingga akhir tahun ini.




Pengembangan talenta menjadi penting karena Indonesia tidak hanya didorong menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu ikut menciptakan dan mengembangkan teknologi tersebut.

Apalagi selama ini, Indonesia dikenal sebagai pasar yang cepat mengadopsi berbagai teknologi baru. Ketika muncul perangkat, platform, atau layanan digital baru, masyarakat Indonesia relatif cepat menggunakannya.

“Indonesia jangan hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk menciptakan teknologi,” ujar Ovidia.

Tema “Rehumanize” yang diangkat IdeaFest 2026 sendiri menjadi refleksi terhadap hubungan manusia dengan teknologi yang semakin dekat. Tahun ini, Ideafest 2026 membawa lebih dari 500 pembicara dari berbagai industri dan menjadi pertemuan bagi komunitas-komunitas kreatif di Indonesia dan mengajak semua kalangan untuk bertukar ide hingga inovasi secara tatap muka (offline).

 

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article