Situs mikroblog terbesar Twitter baru saja melakukan blunder. Situs tersebut telah memajang tweet berbayar yang mengampanyekan supremasi kulit putih (white supremacy) dari salah satu akun berbayar.
Sontak kicauan berbayar itu langsung dikecam publik Twitter, di mana perusahaan disebut-sebut pembela ras kulit putih dan mendukung eksistensi neo-Nazi berdasarkan foto dari kicauan itu.
CEO Twitter Jack Dorsey pun langsung angkat bicara. Ia mengaku kecolongan, bahwa iklan berbau neo-Nazi itu disebutnya muncul secara tak disengaja.
Dalam kicauannya, Kamis (18/11) Dorsey mengatakan, sistem otomasi Twitter yang "mempersilakan" tweet dari grup pembela supremasi kulit putih itu mejeng di linimasa jutaan pengguna Twitter.
"Ini kesalahan kami, dan kami meminta maaf," ucap Dorsey, dalam kicauannya.
Dia mengatakan, iklan neo-Nazi itu telah dicabut dan akun grup yang melakukan posting telah diblokir.
Dalam akunnya, Dorsey pun melampirkan foto screenshot iklan itu melalui akun Motherboard.
Selain Twitter, dua media sosial terbesar di AS juga melakukan "bersih-bersih" dengan menyisir situs-situs bermasalah alias mengandung konten palsu dan provokatif menjelang dan sesudah pemilihan presiden di AS.
Obama dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa menyebar informasih bohong atau palsu di media sosial adalah ancaman besar bagi demokrasi.