
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memprediksi 75-80 persen kemungkinan fenomena El Nino bakal terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Hal itu diperkirakan bakal berdampak pada perubahan pola cuaca di beberapa kawasan.
Analisis WMO menyebutkan bahwa El Nino kemungkinan akan terjadi pada Desember 2018 hingga Februari 2019, dengan 60 persen kemungkinan berlanjut hingga April 2019.
Namun, fenomena El Nino yang bakal terjadi diprediksi tak sekuat peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Fenomena El Nino 2015-2016 mencatat sejarah sebagai tahun terpanas yang menyebabkan sejumlah bencana kekeringan dan banjir di sejumlah wilayah.
"Kondisi El Nino ini sangat mungkin berkontribusi terhadap suhu global yang lebih panas pada 2019," ujar pakar iklim, Tim Stockdale, mengutip The Guardian. Kendati demikian, dia mengatakan, terlalu dini untuk menentukan apakah 2019 akan menjadi salah satu tahun terpanas atau tidak akibat fenomena El Nino yang akan terjadi.
Pemanasan global yang terjadi akibat ulah manusia telah menciptakan 18 tahun terpanas sepanjang sejarah sejak 1850 silam. 17 di antaranya terjadi dalam kurun waktu 17 tahun selama 2000-2017.