
Ilustrasi PUBG Mobile (Foto: Onur Binay/Unsplash)
Uzone.id - Buntut insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membatasi game online yang mengandung unsur senjata api, salah satunya seperti PUBG.
Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11). Prabowo, kata Prasetyo, menyoroti pengaruh buruk dari game online."Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online," kata Pras.
"Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan," imbuhnya.
Game online yang dimaksud adalah yang bernuansa perang dengan senjata api, seperti FPS atau battle royale, yang dikhawatirkan berdampak buruk pada pelajar.
"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," jelasnya.
Ia khawatir game semacam itu membuat pemain terbiasa dengan kekerasan. Karena di dalam game, para pemain pun bisa berlatih menembak pemain lain, Prasetyo takut hal ini berdampak pada psikologis mereka.
"Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ucap dia.
Meski begitu, Prasetyo menekankan kalau kasus ini tidak sepenuhnya terkait soal game peperangan. Ia menyebut, ada faktor lain seperti perundungan yang juga jadi perhatian serius pemerintah.
"Ya itu sebab lain juga ya," katanya.
"Jadi, kita sampaikan sekali lagi, kalau berkenaan dengan masalah bullying, kemudian kita sebagai sesama anak bangsa ini, menghindari hal-hal yang tidak baik atau berimplikasi yang kurang baik seperti aksi-aksi bullying seperti itu," lanjut Prasetyo.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menggeledah rumah siswa yang diduga sebagai pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya penggeledahan itu. Ia menyebut polisi mengamankan sejumlah barang yang cocok dengan barang bukti yang ditemukan di TKP ledakan. Sayangnya, Budi belum merinci barang apa saja yang diamankan.