Imbas PHP2Shell: Ribuan Situs RI Terancam, Termasuk Situs Kemenperin
Puluhan ribu situs Indonesia terdampak celah kritis PHP karena memakai versi End-of-Life tanpa patch, memaksa Kemenperin menonaktifkan layanan sebagai mitigasi.

Ilustrasi foto: Mohammad Rahmani/Unsplash
Highlight Artikel
- Kerentanan kritis pada PHP (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619) berdampak pada puluhan ribu situs di Indonesia.
- Mayoritas (69,6%) dari 89.193 host PHP di Indonesia menggunakan versi End-of-Life, tanpa patch resmi untuk celah PHP2Shell.
- Situs pemerintah (.go.id) dan perusahaan (.co.id) menjadi yang paling banyak terdampak dan sulit diperbaiki karena menggunakan PHP versi lama.
- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menonaktifkan situs sementara sebagai mitigasi, namun beberapa layanan masih sulit diakses pasca jadwal dibuka kembali.
Uzone.id —
Dampak dari krentanan yang ditemukan dalam bahasa pemograman PHP masih terus
berlanjut. Bahkan, situs-situs Indonesia pun ikut terdampak akibat adanya celah
dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
Sebagai informasi, keduanya mendapat skor 9,2 dari 10 dalam
penilaian tingkat keparahan kerentanan, atau masuk kategori kritis.
Dalam laporan terbaru yang dibagikan oleh Alfons Tanujaya,
pakar siber dari Vaksincom, mengungkap bahwa terdapat 89.193 host PHP
terdeteksi di server Indonesia.
“Berdasarkan hasil pemindaian komprehensif terhadap server
di Indonesia yang terhubung langsung ke internet per 23 Oktober 2026, Vaksincom
mencatat sebanyak 89.193 host PHP terdeteksi aktif,” kata Alfons dalam
keterangan resmi yang diterima Uzone.id, Senin,
(26/10).
Dari angka tersebut, sebanyak 69,6 persen situs mendukung
versi PHP yang sudah End-of-Life sehingga tidak ada patch resmi untuk
celah PHP2Shell.
Sementara itu, hanya 226 situs saja atau sekitar 0,2 persen
saja yang sudah dibekali dengan versi perbaikan.
Dari sekian banyak situs yang terdeteksi, Alfons menjelaskan
bahwa ada sekitar 2.072 situs pemerintah dengan domain go.id dan 5.246 situs
perusahaan co.id menjadi situs yang paling banyak dan paling sulit karena
menggunakan PHP end-of-Life.
Di sisi lain, seorang programmer Tjandra Aji melalui akun
Threads miliknya @cchhaannddraa, menyebut ada 304 situs pemerintahan dengan
domain go.id yang menggunakan PHP.
“Gue coba mengambil sampel 2000 situs pemerintahan dengan
domain .go id, ada 304 situs yang menggunakan PHP, dan cuma 2 situs yang sudah
menggunakan versi terbaru,” kata akun tersebut.
Tidak disebutkan situs pemerintahan mana saja yang rentan
akan celah ini, tapi salah satu yang sudah bertindak bahkan sempat
menonaktifkan situs adalah Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin).
Dalam pengumuman yang dibagikan oleh akun Instagram resminya
@kemenperin_ri, penonaktifkan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko
keamanan siber terkait kerentanan PHP2Shell.
“Sobat Industri, dalam rangka mitigasi risiko keamanan siber
terkait kerentanan PHP2Shell, Kemenperin akan melakukan penonaktifan sementara
layanan SIINas, website Kemenperin, dan seluruh domain kemenperin.go.id,” tulis pengumuman di akun
tersebut.
Penonaktifkan dilakukan selama tiga hari, yakni dari 22
Oktober 2026 pukul 22.00 WIB hingga 25 Oktober 2026.
Namun, dari pantauan Uzone pada Senin, (26/10), beberapa
situs Kemenperin tersebut masih tidak bisa diakses, salah satunya situs SIINas
(Sistem Informasi Industri Nasional) Kemenperin yang masih belum bisa diakses
oleh pengguna di RI.
FAQ Artikel
Apa masalah utama yang sedang terjadi?
Situs-situs di Indonesia terdampak kerentanan kritis dalam bahasa pemrograman PHP dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
Seberapa parah tingkat kerentanan PHP ini?
Kerentanan ini mendapat skor 9,2 dari 10 dalam penilaian tingkat keparahan, yang berarti masuk kategori kritis.
Berapa banyak situs di Indonesia yang terdeteksi rentan?
Alfons Tanujaya dari Vaksincom melaporkan ada 89.193 host PHP aktif di server Indonesia, dengan 69,6 persennya menggunakan versi PHP End-of-Life.
Mengapa banyak situs di Indonesia rentan terhadap celah ini?
Mayoritas situs (69,6%) menggunakan versi PHP yang sudah End-of-Life, sehingga tidak ada patch resmi untuk celah PHP2Shell. Hanya sekitar 0,2% situs yang sudah dibekali versi perbaikan.
Apakah situs pemerintah ikut terdampak oleh kerentanan PHP ini?
Ya, sekitar 2.072 situs pemerintah (.go.id) dan 5.246 situs perusahaan (.co.id) teridentifikasi menggunakan PHP End-of-Life.
Apa tindakan yang diambil oleh Kementerian Perindustrian terkait kerentanan ini?
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menonaktifkan sementara layanan SIINas, website Kemenperin, dan seluruh domain kemenperin.go.id sebagai langkah mitigasi risiko keamanan siber.
Vina Insyani
Jurnalis