icon-category Startup

Indigo Siap Beri Pendanaan hingga Rp 2 M untuk Startup Digital Indonesia

  • 28 Apr 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Indigo kembali menggelar sebuah program Indigo Intake Batch 1-2022. Program ini bertujuan agar pegiat startup tanah air berkesempatan mengembangkan bisnisnya bersama dengan LEAP Telkom Indonesia. Pada 1-23 Maret 2022 lalu tercatat sebanyak 249 startup lolos secara administrasi.

    “Dari 249 startup yang mendaftar selamat kepada rekan-rekan yang sudah terpilih menjadi Top 20. (pemilihan startup tersebut menimbang) yang dari sisi startup-nya dan dari sisi keberlangsungan dengan Telkom Group dirasakan sesuai,” ungkap Ibnu Mas’ud (Manager Prestartup & Discovery Indigo Management).

    Untuk memilih ke-20 startup tersebut, tim Indigo menyeleksi proposal melalui proses on-desk selection dan secara berkelanjutan ke tahap pre-incubation bootcamp. Sebelum akhirnya nanti akan mendapatkan pendanaan hingga Rp 2 Miliar.

    Adapun dua puluh startup yang dimaksudkan tersebut di antaranya adalah Pandawatech, Jaramba, Accessive.id, Wilov, Tanam Kota, Qoligo, Mulo, Influence ID, Kendali App, Jahitin, Duitin, Kawan Solusi Teknologi, Rangkai, PT. Rakit Talenta Nusantara (Mentor Inc.), Piknik, Ummacademy, OmKurir, ahlee, Roote Trails, dan Omni Hotelier.

    Masa Bootcamp

    Edisi pembuka dari rangkaian Indigo Bootcamp 2022 ini mengangkat topik “Startup Founding Team” yang dibawakan oleh dua narasumber ahli terkait kiat-kiat bagaimana sebuah startup seharusnya dimulai.

    Dua narasumber tersebut ialah Antonius Taufan (CEO dari TADA) dengan topik “The Founder’s Mindset: Founder Mentality”; lalu ditutup dengan materi dari William Gozali (Country Head Insignia Ventures) yang memaparkan “Splitting Equity Among Co-Founders”.

    Top 20 startup yang mengikuti bimbingan ini menyambut antusias acara tersebut.

    “Salah satu yang menjadi faktor startup agar dapat berkembang dengan baik ialah orang-orang atau tim yang berkontribusi dalam startup tersebut,” ujar Taufan.

    Dia menjelaskan pentingnya memiliki people team untuk memilih kandidat yang paling sesuai dan memberikan fasilitas seperti mentoring agar dapat mengembangkan perusahaan lebih baik.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh William selaku Country Head Insignia Ventures dalam pembukaan materinya. Menurut William, aset terbesar startup, terutama yang berada pada early-stage, ialah founder dan people.

    Equity menjadi hal penting untuk dibahas oleh founder dan co-founders karena dapat menjadi sebuah dorongan bagi para co-founders untuk berkomitmen dalam jangka panjang dan memperkecil potensi distraksi maupun opportunity.

    Bootcamp Kedua

    Pada Indigo Bootcamp pekan kedua, Fadli Wilihandarwo (CEO Sekolah Startup) dan Natali Ardianto (CEO Lifepack.id) turut hadir membawakan sub- topik “MVP/Lean Canvas & Social Lean Canvas” juga “Agile Product Development”.

    “Untuk mengelaborasi suatu ide tidak bisa di satu waktu, melainkan membutuhkan waktu cukup panjang. Maka dari itu, setiap ide yang dituangkan layak untuk diverifikasi atau divalidasi,” ungkap Fadli.

    Selanjutnya, Natali Ardianto menguraikan Agile Development menggunakan Agile Manifesto yang diluncurkan pada Februari 2001. Agile Manifesto ini terdiri dari 4 Agile Values & 12 Agile Principles.

    Pekan Ketiga Bootcamp

    Pekan ketiga Indigo Bootcamp 2022 telah diselenggarakan pada Jumat(15/4) silam dengan membawa topik yang bertajuk “Financials”.

    Topik ini dibagi dalam dua subtopik yang dibawakan oleh; Irzan Raditya (CEO & Co-Founder Kata.ai) dengan tema “Business Model & Pricing Strategy” lalu ditutup dengan Laura Lestari (Vice President of AC Ventures) yang memaparkan “Projecting Financial Performance”.

    Irzan menjelaskan kepada para founders akan pentingnya menggali informasi terkait value yang tengah dicari oleh target konsumen kita dan mengapa mereka rela membayar dengan harga yang lebih mahal.

    Dari pain point tersebut, para founders dapat membuat segmentasi konsumen dan memberikan harga yang tepat sesuai persona masing-masing.

    Sementara itu, Laura Lestari selaku VP dari AC Ventures menegaskan bahwa financial statement merupakan kunci dari performa perusahaan, sedangkan balance sheet berperan sebagai provider untuk asset & equity perusahaan.

    Jadi, dengan membangun financial projection para founders bisa memproyeksikan financial statement untuk mendapatkan gambaran keseluruhan perusahaan sekaligus melihat potensi pertumbuhan perusahaan.

    Apresiasi Pihak Luar

    Program dan usaha yang dilakukan oleh Indigo, yang salah satunya melalui Indigo Intake Batch ini, sukses mendapatkan apresiasi, salah satunya menjadi salah satu Finalis untuk kategori ‘The Best Incubator/Accelerator’ di Regional Asean pada Kompetisi Global Startup Awards.

    Melalui kompetisi ini bertujuan untuk menemukan, mendukung serta mengkoneksikan para penggiat startup terbaik di seluruh dunia.

    Indigo sebagai bagian dari Leap Telkom Digital berhasil melewati fase pre-jury di ASEAN Startup Awards 2022.

    Program inkubasi dan akselerasi yang Indigo jalankan selama ini mendukung visi misi founder startup dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang memiliki dampak bagi ekosistem digital di Indonesia. Harapannya Indigo dapat terus berkontribusi, tak hanya untuk ekosistem startup di Indonesia tapi juga ASEAN bahkan Global.

    Nah, kalian pun bisa memilih dan mendukung program Indigo ini agar menjadi yang terbaik dengan melakukan vote: https://bit.ly/voteforindigo





    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini