
Uzone.id — Raksasa AI, OpenAI dan Anthropic kompak memilih tetangga Indonesia, Singapura, sebagai lokasi yang tepat untuk ‘menghamburkan’ dana perusahaan mereka.
OpenAI lebih dulu mengumumkan komitmen ini, dimana perusahaan milik Sam Altman tersebut resmi bermitra dengan Ministry of Digital Development and Information (MDDI) Singapura untuk membangun AI Lab pertama mereka.Gak tanggung-tanggung, AI Lab ini akan menjadi laboratorium pertama bagi OpenAI yang terletak di luar Amerika Serikat.
Selain membuat AI Lab, OpenAI juga akan berfokus pada hal lain yaitu membantu organisasi di Singapura adopsi AI canggih, mengembangkan talenta AI dan memperluas manfaat AI ke masyarakat dan bisnis.
Nilai yang digelontorkan untuk program bernama OpenAI for Singapore ini mencapai USD300 juta atau sekitar Rp5,43 triliun.
Denise Dresser, Chief Revenue Officer OpenAI pun menjelaskan alasan kenapa mereka memilih Singapura sebagai lokasi yang tepat.
“Singapura memiliki talenta teknis yang kuat, institusi yang terpercaya, dan ambisi yang jelas untuk menggunakan AI guna mendorong pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan kehidupan masyarakat,” katanya dikutip dari keterangan resminya.
Selain OpenAI, Anthropic juga kini dilaporkan sedang membidik Singapura sebagai headquarter mereka di Asia Tenggara. Meski belum diumumkan secara resmi, tapi perusahaan induk Claude tersebut sudah memberi sinyal dengan merekrut karyawan yang berbasis di Singapura.
Melansir dari The Straits Times, Sabtu, (06/06), Anthropic mengumumkan lowongan pekerjaan untuk empat posisi di Singapura, yaitu untuk posisi keuangan, dukungan produk, dan peneliti ekonomi.
Salah satu posisi yang sedang dibuka oleh Anthropic adalah Kepala Bagian Akuntansi untuk kawasan Asia-Pasifik, yang bertugas mengembangkan dan mengelola fungsi akuntansi perusahaan di kawasan ini.
Selain itu, perusahaan tersebut juga sedang mencari seorang ekonom riset regional yang diharapkan bisa bekerja sama dengan mitra dari kalangan pemerintah, akademisi, dan industri untuk mengukur dan memahami dampak AI terhadap perekonomian, serta meneliti langkah-langkah intervensi kebijakan.
Singapura terus menjadi primadona perusahaan-perusahaan teknologi, selain dua pentolan AI tersebut, perusahaan lain seperti Nvidia hingga Temus juga sudah mengumumkan investasi mereka di negara tersebut di bidang AI.