
Uzone.id — Gak bisa dipungkiri kalau saat ini, Indonesia termasuk negara yang paling banyak menggunakan AI. Hal ini pun terbukti dari laporan yang dikemas oleh Google, Temasek dan Bain & Company bertajuk ‘e-Conomy SEA 2025’ yang dirilis pada Kamis, (13/11).
Dalam laporan tersebut, Indonesia menduduki urutan teratas di ASEAN dalam pertumbuhan pendapatan aplikasi-aplikasi yang menggunakan AI. Pertumbuhan ini mencapai 127 persen, mengalahkan Singapura yang hanya 99 persen.Veronica Utami Country Director Google Indonesia juga menyebut bahwa minat konsumen di Asia Tenggara terhadap AI melampaui batas, bahkan 3 kali lipat atau 3 kali lebih tinggi dari rata-rata global.
“Bahkan, Indonesia sendiri termasuk dalam 20 besar dunia untuk minat pada AI multimodal,” kata Veronica.
Salah satu bukti warga Indonesia sering menggunakan AI terlihat dari produk Google yaitu Gemini AI. Fitur Nano Banana yang baru dirilis tahun ini banyak digunakan oleh warga Indonesia, bahkan masuk Top 2 terbesar saat ini, berada di bawah India sebagai negara pertama pengguna Nano Banana.
“Indonesia ini berada menjadi 2 negara teratas dengan penggunaan Nano Banana tertinggi di dunia,” katanya.
Ia melanjutkan, “Jumlah image yang di-generate melalui Nano Banana dari konsumen Indonesia adalah 18 juta image generation per hari. Itu hanya dari Indonesia untuk fitur Nano Banana, luar biasa.”
Sebagai informasi, Nano Banana sendiri adalah nama lain dari model kecerdasan buatan (AI) dari Google yang berfokus pada pengeditan dan pembuatan gambar. Gak bisa dipungkiri, tren seperti foto polaroid hingga foto bareng idola menjadi salah satu yang mendorong penggunaan fitur ini di Indonesia.
Tak hanya itu, dalam laporan ini, Veronica juga menyebut kalau pengguna di Indonesia memperlihatkan interaksi harian dan juga tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap AI.
“Ini menandakan ada kesiapan pasar yang juga luar biasa. Sebanyak 80 persen pengguna AI itu menyatakan bahwa mereka menggunakan, berinteraksi dengan alat dan fitur AI setiap hari. Ini artinya kita peringkat kedua tertinggi di seluruh Asia Tenggara dan selisihnya pun sedikit dengan Vietnam yang hanya 81 persen,” tuturnya.
Lebih lanjut lagi, sebanyak 68 persen pengguna di Indonesia mengatakan bahwa mereka melakukan percakapan dan mengajukan pertanyaan kepada chatbot AI sementara 50 persen lainnya bahkan mengandalkan AI untuk membuat keputusan dengan lebih cepat.