icon-category News

Indonesia vs Thailand: Balasan di Ajang Reuni

  • 14 Dec 2016 WIB
  • Bagikan :


    Partai puncak Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Rabu (14/12), menjadi ajang reuni bagi lima pemain Indonesia dan 10 pilar Thailand.

    Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa, Manahati Lestusen, Andik Vermansah, Dedi Kusnandar, dan Bayu Gatra kembali bertemu lagi dengan Kawin Thamasatchanan, Chanin Sae Eia, Praweenawat Boonyong, Peerapat Notechaiya, Theerathon Bunmanthan, Thanaboon Ketsarat, Chanathip Songkrasin, Pokklao Anan, Charyl Chappuis, dan Sarawut Masuk di laga final.

    Sebelumnya, mereka bersua di partai final SEA Games 2013 dengan status timnas U-23. Sekarang mereka telah naik level di timnas senior dan tampil dalam ajang bergengsi dua tahunan Asia Tenggara.

    Nama-nama itu pun kini memiliki peran penting bagi timnas masing-masing. Kurnia Meiga, Manahati, dan Andik telah menjadi pilar kunci di Tim Merah Putih, sementara Kawin, Theerathon, dan Chanathip menjadi roh permainan Thailand.

    Andik dkk. tak mau kekalahan di final SEA Games 2013 terulang. Mereka ingin membalas kekalahan dari Chanathip cs. dalam babak puncak di kesempatan kedua ini.
    Kita harus tantang Thailand. Sekarang kita bisa lihat sejauh mana jarak kualitas Indonesia dengan tim terkuat di ASEAN itu.

    Alfred Riedl, Pelatih Indonesia

    "Sejak di final SEA Games 2013, mereka memang pemain yang bagus. Harapan saya saat ini agar kekalahan tersebut tak terulang. Saya dan teman-teman yang lain berhasrat membuat hasil yang lebih baik lagi," tutur Manahati, pemain yang mulai mendapatkan tempat utama di tiga laga terakhir.

    Hasrat Manahati sejalan dengan pandangan pelatih Alfred Riedl terkait jamuan untuk Thailand nanti. Pelatih yang akan mencicipi final Piala AFF ketiganya (1998; Vietnam, 2010; Indonesia) itu optimistis akan meraih kemenangan.

    "Thailand memang bermain bagus di turnamen ini. Tapi, mereka tetap ada titik lemah. Saya bisa melihatnya saat mereka melawan Myanmar. Myanmar bisa melakukan banyak tembakan ke gawang Thailand. Artinya, kami optimistis untuk bermain terbuka," ucap Riedl.

    Dirinya yakin Indonesia bisa membalas dua kekalahan dari Thailand di final Piala Tiger edisi 2000 dan 2002.

    Kawal Teerasil

    Sementara itu, mengacu pada kekalahan 2-4 dari Thailand pada laga perdana di Filipina lalu, bek kiri timnas, Abduh Lestaluhu, memiliki catatan. Khususnya terhadap sosok kapten sekaligus juru gedor Gajah Perang, Teerasil Dangda.

    "Dia pemain yang memiliki kualitas bagus. Cara untuk meredam ketajamannya (mencetak 5 gol) adalah dengan membatasi ruang geraknya. Selain itu, untuk menghadapi Thailand, kami harus fokus sepanjang laga," kata Abduh.

    Hal serupa diutarakan Manahati. "Melawan tim sekelas Thailand tak boleh sedikit pun lengah. Jika lengah, gol-gol di menit awal dan akhir pada pertemuan pertama lalu bisa terjadi lagi," ujarnya.

    Di kubu Thailand, bek kiri Theerathon Bunmathan tak mau menjadikan kemenangan di partai awal lalu sebagai patokan. "Kemenangan sebelumnya bukan ukuran karena mereka terus berkembang," tuturnya seperti dilansir dari Fox Sports.

    Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, pun sepaham dengan Theerathon. Ia yakin Indonesia sudah berkembang dalam menjalani empat partai setelah berhadapan dengan tim besutannya.

    "Kami masih ada dua pertandingan lagi melawan Indonesia. Kami memang menang di fase grup, tapi ini pertandingan baru. Indonesia tidak mudah dikalahkan. Kami pun kebobolan dua gol,” ujar Kiatisuk seperti dikutip dari Goal Thailand.

    PRAKIRAAN FORMASI

    INDONESIA (4-2-3-1): 1-Meiga (K); 2-Beny, 23-Yama, 16-Fahcrudin, 3-Abduh (B); 19-Bayu P., 25-Manahati (Gb); 21-Andik, 8-Stefano, 14-Rizki (G); 7-Boaz (P). Cadangan: 26-Andritany Ardhiyasa, 22-Teja Paku Alam, 4-Abdul Rachman, 6-Evan Dimas. 13-Yanto Basna, 9-Ferdinan Sinaga, 10-Zulham Zamrun, 11-Dedi Kusnandar, 17- Muchlis Hadi Ning, 18-Bayu Gatra, 12-Lerby Eliandry, 27-Gunawan Dwi Cahyo. Pelatih: Alfred Riedl

    THAILAND (4-4-2): 1-Kawin (K); 19-Tristan, 5-Adison, 15-Koravit, 3-Theetathon (B); 21-Pokklaw, 4-Kroekrit, 17-Tanaboon, 18-Chanathip (G); 9-Sirod, 10-Teerasil. Cadangan: 20-Sinthaweechai Hathairattanakool, Chanin Sae-Ear, 7-Charyl Chappuis, 11-Mongkol Thosakrai, 12-Adul Lahsoh, 14-Sarawut Masuk, 29-Rungrat Phumichantuk, 35-Prakit Deeprom, 36-Praweenwat Boonyong, 2-Peerapat Notechaiya, 16-Prathum Chutong. Pelatih: Kiatisuk Senamuang

    DUEL ANTAR LINI

    INDONESIA

    (Kiri-kanan): Kurnia Meiga, Fachrudin Wahyudi, Stefano Lilipaly, dan Boaz Solossa.
    (Kiri-kanan): Kurnia Meiga, Fachrudin Wahyudi, Stefano Lilipaly, dan Boaz Solossa. (DOK. BOLA)
    Kiper - Kurnia Meiga

    Dua leg semifinal seakan menjadi penegas kepantasannya berdiri di bawah mistar gawang Indonesia. Kiper Arema itu memperlihatkan refleks bagus dan banyak penyelamatan kontra Vietnam. Dia melakukan delapan penyelamatan dalam dua laga tersebut. Meiga juga sudah mulai berinisiatif memotong serangan dari umpan-umpan yang mengarah ke kotak penalti. Hal itu tampak dari jumlah cegatan di dua laga melawan Vietnam (tiap laga tiga cegatan). Berbeda dari saat fase grup, yang tak lebih dari satu cegatan.

    Bek - Fachrudin Wahyudi

    Setelah absen di leg pertama semifinal akibat hukuman akumulasi kartu, Fachrudin tampil pada partai kedua di Vietnam. Ia menjadi pemain paling sibuk dalam 70 menit pertama pertandingan. Pemain Sriwijaya FC berusia 27 tahun itu menjadi pemimpin pertahanan tim. Ia tegas dan menjadi pemain paling vokal dalam mengatur lini belakang. Komunikasi yang bagus itu didukung ketangguhan duel udara dan tekel. Fachrudin juga sanggup menyempitkan ruang gerak lawan untuk menciptakan peluang.

    Gelandang - Stefano Lilipaly

    Stefano Lilipaly fl eksibel dimainkan di tengah sebagai pengatur serangan maupun di belakang striker dalam skema 4-4-1-1. Ia pun kerap bergerak ke segala penjuru di sepertiga terakhir daerah lawan untuk menciptakan peluang atau sekadar membuka ruang untuk rekannya. Naluri golnya pun tinggi. Sejauh ini ia sudah mencetak dua gol. Jika bermain dengan pola 4-4-2, Stefano kerap bekerja kasar untuk mengembalikan kepemilikan bola. Ia juga punya aspek tekel bagus dan stamina kuat menjalankan peran sebagai jembatan lini belakang dan tengah serta lini tengah dan depan.

    Penyerang - Boaz Solossa

    Selain memegang ban kapten, Boaz Solossa menjadi bagian penting timnas sebagai ujung tombak. Kualitas Boaz berupa kecepatan, dribel, tembakan, dan naluri mencetak gol tinggi menjadi momok buat lawan. Sejauh ini Boaz sudah mencetak tiga gol, salah satunya dari tendangan penalti. Ia menjadi pemain penting jika Indonesia melakukan serangan balik ataupun skema melepas umpan daerah. Ia sering lepas dari penjagaan bek lawan melalui kecepatannya.

    DUEL ANTAR LINI

    THAILAND

    (Kiri-kanan): Kawin Thamsatchanan, Tanaboon Kesarat, Chanathip Songkrasin, dan Sarawut Masuk
    (Kiri-kanan): Kawin Thamsatchanan, Tanaboon Kesarat, Chanathip Songkrasin, dan Sarawut Masuk (DOK. BOLA)
    Kiper - Kawin Thamsatchanan

    Pos penjaga gawang utama diisi Kawin Thamsatchanan. Ia kembali tampil gemilang saat leg kedua semifinal kontra Myanmar. Dia membuat penyelamatan apik dari peluang Yan Aung Kyaw, yang ingin menyamakan kedudukan. Kawin juga membuat penyelamatan dalam situasi satu melawan satu. Kiper Muangthong United itu sulit ditaklukkan di kotak penalti. Refl eks dibarengi kepercayaan diri tinggi membuatnya pantas menggeser sang senior, Sinthaweechai Hathairattanakool, yang kini menjadi deputi.

    Bek - Tanaboon Kesarat

    Dalam sistem tiga bek tengah didukung dua fullback di sisi kanan dan kiri, Tanaboon Kesarat punya peran vital. Bek tengah yang terkenal dingin itu layaknya bertindak sebagai libero. Ia percaya diri menyusun serangan dari wilayahnya, bahkan membawa bola hingga keluar daerahnya. Soal atribut defensif, Kesarat kuat dalam tekel dan duel udara. Lini belakang Thailand makin kukuh jika fullback Teerathon Bunmathan dan Tristan Do turun membantu pertahanan.

    Gelandang - Chanathip Songkrasin

    Otak permainan Thailand ialah Chanathip Songkrasin. Pelatih Kiatisuk Senamuang menjuluki gelandang serang klub Muangthong United itu sebagai Ferrari. Tubuh mungil dan gaya bermainnya mengingatkan kepada sosok Lionel Messi. Chanathip punya kecepatan dan dribel apik untuk melewati hadangan lawan. Ia juga punya atribut operan mumpuni demi menjalankan skema operan pendek cepat yang diinstruksikan pelatih. Kerja Chanathip dipermudah oleh tandemnya di tengah, Sarach Yooyen, yang bisa berperan sebagai "pekerja kasar" sekaligus deeplying playmaker.

    Penyerang - Sarawut Masuk

    Teerasil Dangda memang menjadi pemain penting di lini depan Thailand. Namun, skuat Gajah Putih tak hanya bergantung pada pemain berumur 28 tahun itu. Teerasil punya tandem sekelas Sarawut Masuk, yang sejauh ini membuntutinya dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala AFF 2016. Masuk sudah mencetak tiga gol dan satu assist. Penyerang Bangkok Glass itu piawai dalam mencari tempat terbaik mencetak gol. Sudah dua kali ia menjadi penentu kemenangan Thailand. Ia pandai menciptakan peluang buat rekannya juga mencari celah memanfaatkan kesempatan.

    © Juara

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini