Home
/
ESG

IndonesiaNEXT 2026 Cetak Talenta Digital Siap Hadapi Era AI

IndonesiaNEXT 2026 memasuki satu dekade. Telkomsel tak cuma mencari talenta yang bisa AI, tapi juga mampu menciptakan solusi untuk masalah nyata.

IndonesiaNEXT 2026 Cetak Talenta Digital Siap Hadapi Era AI

Foto: Uzone.id

Bagikan :

Uzone.id – Sudah 10 tahun Telkomsel mencari dan membekali talenta digital lewat IndonesiaNEXT. Program yang awalnya banyak berkutat pada sertifikasi kini ikut berubah mengikuti kebutuhan industri yang semakin cepat.

Memasuki satu dekade penyelenggaraannya, IndonesiaNEXT tidak lagi hanya mencari mahasiswa yang punya kemampuan teknis. Tahun ini, Telkomsel ingin melihat bagaimana talenta muda menggunakan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), untuk menjawab persoalan yang benar-benar ada di sekitar mereka.

Hal itu terlihat dalam IndonesiaNEXT Summit 2026 yang mengusung tema ‘AI Driven Digital Talents’. Ada 24 talenta digital dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sampai ke tahap akhir setelah melewati rangkaian seleksi dan pembelajaran sejak April lalu.





Perjalanan mereka cukup panjang. Dari 8.916 mahasiswa yang mengikuti proses awal, jumlahnya mengerucut menjadi 1.000 peserta untuk onboarding. Sebanyak 300 peserta kemudian mendapatkan sertifikasi internasional dan enrichment, sebelum 99 peserta melanjutkan ke tahap digital hackathon.

Dari sana, terpilih 24 finalis yang kemudian mengikuti bootcamp dan mendapat pengalaman langsung mengenai pengembangan produk, ekosistem AI, kolaborasi, etika profesional, perlindungan data, hingga teknik presentasi.

Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana IndonesiaNEXT berkembang mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja digital.

Ketika pertama kali digelar, program ini lebih banyak memberikan akses sertifikasi kepada mahasiswa. Namun, seiring teknologi berkembang, kompetensi yang dibutuhkan industri pun ikut berubah.

Materi IndonesiaNEXT kini mencakup berbagai kemampuan seperti UI/UX, SEO, marketing, hingga pemanfaatan AI. Bukan hanya soal menguasai sebuah teknologi, peserta juga ditantang memahami bagaimana teknologi tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.


Foto: dok. Telkomsel

“Program ini awalnya memang untuk memberikan sertifikasi. Sertifikasi penambahan skillset, buat para mahasiswa-mahasiswi di Indonesia, karena ‘kan dulu sertifikasi sering yang berbayar, jadi melalui program ini kita memberikan for free tetapi dengan berbagai kriteria,” terang GM Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry Priyo Santoso saat dijumpai beberapa awak media di sela malam puncak IndonesiaNEXT di Jakarta, Jumat (4/9).

Dari penjelasan Andry, tiga tahun belakangan ini Telkomsel mengubah konsepnya. Sertifikasi tetap ada dan di sesuaikan dengan kebutuhan dari dunia kerja, karena menurutnya, sekarang perkembangan teknologi sudah sangat cepat.

"Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan untuk skill yang berkaitan dengan digitalisasi yang dibutuhkan pasar dan dunia kerja juga. Jadi, di sini kami turut mendorong para mahasiswa membuat kreativitas berupa solusi atau aplikasi," imbuh Andry.

Dalam acara seremoni puncak IndonesiaNEXT 2026, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, juga mengatakan bahwa pengembangan talenta kepada anak-anak muda di Indonesia tetap harus relevan dengan perkembangan zaman.





“Memasuki satu dekade IndonesiaNEXT, kami ingin memastikan talenta digital memahami dan mampu menggunakan teknologi secara tepat, bertanggung jawab, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Fahmi menyambung, “melalui pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman langsung bersama industri, para peserta berlatih mengubah ide menjadi solusi yang dapat dikembangkan. Dengan melayani sepenuh hati, kami berharap dapat membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk ikut memajukan Indonesia.”

Pemenang IndonesiaNEXT 2026

Dalam tahap akhir IndonesiaNEXT 2026, delapan tim mempresentasikan solusi digital yang mereka kembangkan. Penilaiannya pun tidak berhenti pada teknologi yang digunakan, tetapi mencakup pemahaman terhadap masalah, kebutuhan pengguna, kualitas prototype, kelayakan, dan keberlanjutan solusi.

Kemudian sembilan finalis terbaik, yang terdiri dari tiga Hacker, tiga Hipster, dan tiga Hustler, mempresentasikan kompetensi, kontribusi, kepemimpinan, rekam dampak, dan pandangan mereka mengenai masa depan teknologi Indonesia.

Telkomsel kemudian menetapkan juara Best Team jatuh kepada Scenaria, platform AI-Powered Sales Roleplay & Training yang membantu tenaga penjualan berlatih menghadapi berbagai situasi pelanggan secara lebih interaktif, menguji pengambilan keputusan, serta meningkatkan performa sesuai kebutuhan perusahaan.

Tim Scenaria terdiri dari Atha Azzahra Khairun Nisa (Universitas Brawijaya) sebagai Hipster, Wahyu Oktiansyah (Telkom University) sebagai Hustler, dan Putera Nami Shiddieqy (Universitas Sumatera Utara) sebagai Hacker.


Foto: dok. Telkomsel

Berdasarkan penilaian juri, Scenaria dinilai sebagai solusi paling unggul dalam menjawab kebutuhan industri melalui pemanfaatan AI yang relevan dan berpotensi diterapkan secara nyata.

Berikut daftar pemenang tiap kategori yang dimenangkan per orang:

Best Hacker:

  • Putera Nami Shiddieqy, Universitas Sumatera Utara (USU)
  • Muanai Khalifah Revindo Purba, Universitas Sriwijaya
  • Reno Syaelendra, Universitas Trunojoyo

Best Hipster:

  • Atha Azzahra Khairun Nisa, Universitas Brawijaya
  • Radja Daffa Ramadhan, Universitas Dian Nuswantoro
  • Nanta Dwi Kurniawan, Universitas Muhammadiyah Riau

Best Hustler:

  • Andi Alya Inar Putri, Universitas Hasanuddin
  • Vania Winanda Aurellia, Universitas Brawijaya
  • Wahyu Oktiansyah, Telkom University



Solusi yang dipresentasikan para finalis datang dari persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan mental, pengelolaan sampah, peningkatan kepercayaan diri melalui AI coaching, hingga optimalisasi sektor makanan dan perikanan menggunakan AI.

Di sinilah pendekatan IndonesiaNEXT tahun ini menjadi menarik. AI memang menjadi bagian penting dari kompetensi yang dibawa peserta, tetapi teknologi bukan tujuan akhirnya.

Yang dicari adalah talenta yang tahu masalah apa yang ingin diselesaikan, siapa yang membutuhkan solusinya, dan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membuat solusi tersebut benar-benar berjalan.

Pendekatan ini juga menjadi salah satu cara Telkomsel mempertemukan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri digital yang terus berubah.

Diketahui, selama 10 tahun, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Dari program yang awalnya identik dengan sertifikasi, IndonesiaNEXT kini membawa mahasiswa lebih dekat pada pengalaman industri, pengembangan solusi, dan kebutuhan dunia digital yang sebenarnya.

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article