
Uzone.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui gerakan SheHacks resmi memperkenalkan sebuah inisiatif baru dengan nama Pandu Perempuan Daerah (PaPeDa) pada Jumat, (25/09) lalu.
Program ini khusus dirancang untuk mendukung sekaligus memperkuat peran perempuan di daerah sebagai penggerak komunitas lokal melalui pemanfaatan teknologi.Inisiatif SheHacks sendiri dikenal sebagai gerakan yang berfokus pada pengurangan kesenjangan gender di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Kehadiran PaPeDa dalam program ini pun turut memperluas dampak dan cakupannya ke perempuan-perempuan yang berada daerah. Mereka seringkali memiliki potensi besar namun sayangnya memiliki keterbatasan akses dalam mengembangkan solusi untuk komunitas mereka.
“Komitmen Indosat dalam memberdayakan masyarakat Indonesia tidak hanya berfokus di perkotaan, tetapi juga diperluas hingga ke daerah. Melalui inisiatif PaPeDa, kami ingin memastikan para perempuan di daerah mendapatkan akses yang setara untuk mengembangkan potensi mereka,” kata Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo Hutchison dalam keterangan resminya.
Nantinya, dengan adanya program ini para perempuan akan dibekali pendampingan untuk menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berdampak.
Saat ini, PaPeDa dirancang secara bertahap dimana para peserta akan diajak untuk ikut program melalui sesi daring, lalu berlanjut ke bootcamp offline untuk 15 peserta terpilih.
Setelah itu berlanjut pada pendampingan online selama beberapa bulan hingga di tahap implementasi proyek percontohan di komunitas masing-masing. Selama proses tersebut, mereka akan dibekali keterampilan praktis, mulai dari perencanaan, storytelling, hingga pengukuran dampak untuk mengeksekusi kegiatan “mini SheHacks” di wilayahnya.
Pelaksanaan PaPeDa dilakukan melalui kolaborasi dengan UN Women dan Kumpul.id dalam proses seleksi sekaligus pendampingan.
Irsyad pun mengapresiasi dukungan UN Women dan Kumpul.id yang memiliki kesamaan visi dalam menghadirkan dampak positif bagi perempuan dan komunitas di Indonesia.
Dukungan juga datang dari UN Women. Dwi Faiz, Head of Programme UN Women Indonesia, ia menyebut bahwa kerja sama dengan Indosat telah terjalin lebih dari lima tahun untuk mendukung inovasi wirausaha berbasis teknologi.
PaPeDa ini disebut menjadi langkah signifikan diambil untuk memperkuat komunitas dalam menghadapi tantangan besar. Ia menambahkan, para perempuan pemimpin komunitas yang terlibat berpotensi menjadi penggerak perubahan lebih luas.
“UN Women yakin bahwa para perempuan pemimpin komunitas yang terlibat dalam PaPeDa akan menjadi penggerak perubahan yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat terus menginspirasi perubahan positif, dan dengan kepemimpinan perempuan, UN Women berkomitmen akan terus mendorong transformasi yang berdampak di masyarakat,” tambahnya.
PaPeDa sendiri akan menyeleksi delapan peserta terbaik berdasarkan proposal, kesiapan implementasi, serta penilaian mentor dalam kurun waktu 2 bulan. Proses seleksi ini akan dimulai dari 86 pemimpin komunitas perempuan, kemudian disaring menjadi Top 30, Top 15, hingga akhirnya Top 8.
Para finalis akan mempresentasikan hasil mini pilot project mereka dalam sesi pitching berdurasi 10 menit yang terdiri atas presentasi dan tanya jawab (masing-masing 5 menit).
Selanjutnya, peserta terbaik akan menerima Sertifikasi PaPeDa (Basic Certification) serta kesempatan menyelenggarakan kegiatan mini SheHacks satu hari di komunitas masing-masing. Selain itu, mereka juga berpeluang melanjutkan program pada 2026 bersama SheHacks dan mitra terkait.
Kehadiran PaPeDa ini disebut menjadi bekal keterampilan dan jaringan yang lebih kuat, dimana para peserta diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong kemajuan daerah.