.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26resolution%3DHD&w=1920&q=75)
Uzone.id — Program pemberdayaan perempuan yang digagas Indosat Oooredoo Hutchison ‘SheHacks’ memperluas jangkauannya ke skala internasional melalui kegiatan Global Market Benchmarking Trip ke Ho Chi Minh City, Vietnam.
Melalui inisiatif ini, Indosat ingin membuka akses bagi startup perempuan di Indonesia untuk menjangkau pasar baru, memperkuat jejaring inovasi di Asia Tenggara, sekaligus bersaing di ekosistem global.SheHacks membawa lima startup oilihan mereka yang juga merupakan peserta Top 5 MVP Accelerator 2025 dari berbagai sektor digital prioritas di Indonesia.
Kelima startup tersebut adalah DoctorTool, penyedia ekosistem digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk fasilitas pelayanan kesehatan, kemudian ada startup Hear Me, solusi komunikasi inklusif berbasis teknologi bagi komunitas Tuli.
Ada juga startup Serenic.ai yang merupakan platform AI klinis untuk otomatisasi proses administratif rumah sakit, startup Katalis AI yang merupakan solusi digital marketing berbasis AI dan data analytics serta startup Lunar Interactive yang mengembangkan sistem gamifikasi untuk pembelajaran keterampilan berbicara bahasa asing.
Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk membuka peluang bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global.
“Program ini dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global, sekaligus mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Ia menyebut bahwa dengan adanya kolaborasi lintas negara ini, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara.
“Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi yang kuat dengan ekosistem digital global, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama kunjungan, para founder dari 5 startup ini mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membuka peluang investasi, kolaborasi pasar, serta pertukaran wawasan bisnis. Ada juga sesi mentoring dari praktisi industri di Vietnam guna membantu startup memperkuat pengembangan produk dan model bisnis.
Ada juga sisi featured events bersama investor untuk mempresentasikan inovasi dan berdiskusi langsung dengan investor.
Salah satu yang dipelajari juga dalam program ini adalah regulasi pasar Vietnam, peluang ekspansi, serta menyesuaikan model bisnis agar lebih relevan dengan pasar Asia Tenggara.
Di program ini, Indosat berkolaborasi dengan sejumlah lembaga di Vietnam, antara lain Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC).
Melalui program ini, Indosat berkomitmen untuk terus memperluas pergerakan SheHacks di kawasan Asia dengan berkolaborasi bersama negara-negara Asia lainnya untuk mendorong inovasi perempuan yang lebih kompetitif.