home ×
Telco

Indosat Siap Uji Coba 5G di Indonesia

22 November 2018 By
Indosat Siap Uji Coba 5G di Indonesia
Share
Share
Share
Share

Uzone.id -- “Kalau nonton film Korea, bisa cepat banget itu…

Kutipan itu berasal dari Denny Setiawan selaku Direktur unit Direktorat Penataan Sumber Daya, Direktorat Jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengenai penerapan 5G di masa depan.

Hadir di pemaparan Program Transformasi Indosat Ooredoo pada Kamis (22/11) di Jakarta Pusat, Denny mengatakan bahwa jaringan 5G akan mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Jangan bingung dulu. Iya, jaringan 5G memang belum dirilis, kok.

Baca juga: Telkomsel Gencar Perkenalkan 5G ke Masyarakat

Kamu masih ingat bukan, ketika jaringan 4G LTE hadir pada 2016, semuanya terasa baru. Mulai dari banjir smartphone keluaran berbagai vendor asing seperti Oppo, Xiaomi, Vivo, Huawei, aktivitas streaming online semakin lancar, hingga lemot saat main game mulai teratasi.

Nah, kini sejumlah perusahaan telekomunikasi sudah mulai uji coba jaringan di atas 4G, yakni 5G. Dilihat dari angkanya saja lebih besar 5G, maka sudah pasti 5G akan memiliki kecepatan yang lebih maksimal dibanding 4G.

Indosat Ooredoo baru saja memamerkan pengalaman uji coba jaringan 5G. Program Transformasi ini sengaja dilakukan setelah perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-51 tahun.

“Terlepas 5G membutuhkan spektrum khusus agar kapasitasnya lebih menyeluruh, teknologi 5G ini akan semakin memaksimalkan aktivitas sehari-hari, khususnya hal efisiensi. Kecepatannya diperbarui dari Mbps, menjadi Gbps,” ujar Kees van Peer selaku Group Head Technology Strategy & Investment Management Indosat Ooredoo usai seminar di gedung Indosat Ooredoo, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

 

(Group Head Technology Strategy & Investment Management Indosat Ooredoo, Kees van Peer. Foto: Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

Pertanyaannya, kenapa harus di sekarang? Padahal 4G saja belum lama diperkenalkan?

Kembali ke pernyataan Denny dari SDPPI Kemkominfo, jaringan 5G akan sangat berguna bagi industri ke depannya. Kecepatan jaringan yang lebih maksimal dengan jangkauan lebih luas akan mendongkrak ekosistem startup digital Indonesia.

“Kecepatan jaringan semakin maksimal, hal ini akan sanggup menjalankan berbagai macam jenis teknologi lebih mumpuni lagi, sebut saja Artificial Intelligence (AI). teknologi AI akan sangat membantu beberapa sektor seperti tekstil, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, dan sains,” kata Denny di tempat yang sama.

Dia melanjutkan, “lima sektor manufaktur tersebut berpotensi menjadi daya saing regional. Kalau sudah semakin efektif menjadi pemain di kancah regional bahkan internasional, pastinya perusahaan rintisan alias startup dapat menggerakan ekonomi dengan basis teknologi.”

Baca juga: Internet Kencang 5G, Buat Apa Sih?

Ditambahkan oleh Fajar Aji Suryawan sebagai Group Head Regulatory & Government Relations Indosat Ooredoo, soal infrastruktur tentu menjadi hal yang harus mulai diperhatikan dari sekarang. Menurutnya, saat ini pitalebar frekuensi yang dapat digunakan terletak di 28GHz.

“Untuk trial 5G di indoor sekarang ini, ya pakai yang 28GHz dulu, karena frekuensi 3,5 dan 2,6 GHz sudah dipakai untuk satelit. Kalau untuk deployment pemakaian tentu kami harus menunggu regulasinya,” ujar Fajar.

Kemudian menurut Peer, tidak ada salahnya jika dari sekarang sudah mulai diujicobakan. Paling tidak, sudah membangun awareness mengenai gambaran fungsi dari 5G itu sendiri.

“Hal yang paling keren dan berguna dari 5G adalah, penerapan aplikasi yang dapat terhubung dengan mesin, robot, atau teknologi lain, tak perlu menggunakan manusia sebagai perantara alias Internet of Things (IoT),” sambung Peer.

Pihak SDPPI Kemkominfo melalui Denny menuturkan, jika sesuai peta jalan yang telah dirancang, jaringan 5G akan siap pada 2022.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id