icon-category Entertainment

Agung Hercules dalam Indra Bekti, penuh senyum meski sakit

  • 01 Aug 2019 WIB
Bagikan :

Kepergian aktor, pedangdut dan komedian Agung Hercules akibat kanker otak di RS Dharmais, Jakarta, Kamis, meninggalkan duka di kalangan para pesohor.

Indra Bekti dalam unggahan di Instagram menulis doa agar Agung mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Dia mengenang kondisi mendiang yang penuh semangat hidup ketika Indra menjenguknya di Bandung pada Juni lalu.

"kayaknya baru kemarin aku jenguk Mas Agung di Bandung , melihat senyumnya dan semangat hidupnya luar biasa , tapi ternyata Allah lebih sayang sama mas Agung ku ini, tapi karya karya mu dan segala kebaikanmu gak akan pernah hilang Mas , terima kasih atas segala kebaikanmu dan kerja sama kita selama ini ya mas , untuk keluarga yang ditinggalkan semoga mendapatkan ketabahan amiiin
#indrabekti #ripagunghercules."

Ia juga mengunggah foto saat sedang menjenguk Agung yang duduk di ranjang rumah sakit. Agung terlihat lebih kurus, namun senyum ceria tak luput dari wajahnya.
 


Pada Juni silam, istri Agung mengabarkan suaminya menderita kanker otak stadium 4.

Agung Hercules melejit lewat lagu berjudul "Astuti" pada 2011 itu awalnya memulai kariernya sebagai atlet binaraga.

Bahkan lewat olahraga tersebut ia berhasil meraih peringkat 6 dalam ajang Pra PON 1998.

Dia lalu hijrah ke Jakarta dan mendapat peran sebagai Milkyman di sinetron "Saras 008" (1999).

Setelah itu Agung mulai menekuni dunia tarik suara. Ia merekam sendiri delapan lagu ciptaannya, termasuk "Astuti" yang merupakan kependekan dari "Asli Tukang Tipu".

Single itu sebenarnya sudah dibuat sejak 2003, namun tidak begitu sukses karena kurang promosi.

Pada 2009, video "Astuti" diunggah ke YouTube dan akhirnya nama Agung Hercules menjadi besar dengan ciri khas badan kekar dan mic barbel.

Sukses dengan "Astuti", Agung kembali menelurkan single keduanya yang berjudul "Ular Kadut" pada 2012.

Tak puas di musik, Agung menjajal dunia film lewat "Test Pack" (2012), "Bangun Lagi Dong Lupus" (2013), "Comic 8" (2014), dan "Partikelir" (2018).

Penyanyi yang menciptakan jargon TGBM (Tidak Goyang Barbel Melayang) itu juga dikenal membuka bisnis kuliner dengan nama "Bakso Barbel".

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini