Startup

Induk Platform Kripto Luno Dapat Pendanaan Rp9,9 Triliun

  • 20 November 2021
  • Bagikan :
    Induk Platform Kripto Luno Dapat Pendanaan Rp9,9 Triliun

     

    Uzone.id - Induk platform perdagangan kripto Luno, yang bernama Digital Currency Group (DCG) berhasil mendapatkan pendanaan senilai USD700 juta atau setara Rp9,9 triliun. Salah satu penyuntik dananya adalah Google, lewat Capital G.

    Dalam keterangan resmi Luno pekan ini, pendanaan ini merupakan yang kedua kalinya yang didapat perusahaan induk sekaligus menempatkan valuasi DCG mencapai angka Rp142 triliun. Investasi terbaru ini didukung oleh sindikasi investor ekuitas seperti SoftBank, Capital G milik Google, serta GIC.

    "Sejak diakuisisi oleh DCG pada bulan September 2020, pertumbuhan Luno mencatatkan peningkatan pesat, dan kami melihat bahwa pendanaan terbaru ini akan membawa kami lebih dekat ke target menjangkau 1 miliar pengguna pada tahun 2030,” kata Marcus Swanepoel, Co-founder dan CEO Luno.

    Baca juga: Indosat GIG Berhenti Operasi

    DCG tidak hanya berfokus mengembangkan anak-anak perusahaannya, tapi juga memperluas fokus investasi. Telah lama dikenal sebagai investor tahap awal yang paling aktif untuk perusahaan-perusahaan blockchain di dunia, DCG berencana memperluas pendanaan seeding ke negara-negara lain yang sedang berkembang. Perusahaan ini juga akan terus menangkap peluang-peluang di pasaran terkait bentuk investasi baru dalam token digital dan aset digital yang kian beragam.

    Selain itu, DCG sedang membangun tim yang berfokus pada investasi ekuitas publik dan mendukung lebih banyak manajer pengelola aset untuk menjadi limited partner (LP). Sebagai bagian dari ekspansi produk dan layanan, perusahaan yang berbasis di New York ini juga membangun tim kredit untuk mengembangkan tawaran dana pinjaman kepada perusahaan-perusahaan di industri kripto.

    Digital Currency Group saat ini telah menaungi lebih dari 200 perusahaan blockchain yang tersebar di 30 kota di dunia, termasuk Luno. Luno adalah platform jual-beli aset digital yang berfokus melayani pengguna di negara-negara berkembang, terutama di Afrika, Asia, dan Eropa.

    Baca juga: Fatwa NU Sebut Bitcoin Haram

    Berkomitmen menyediakan edukasi terkait aset digital dan alat investasi, jumlah pengguna Luno telah meningkat dari 2 juta menjadi lebih dari 9 juta pelanggan global di tahun 2019. Platform ini pun berencana untuk berekspansi ke pasar Amerika Serikat pada tahun 2022.

    Di Indonesia sendiri, Luno telah meluncurkan program edukasi bernama Luno Academy agar setiap orang bisa mempelajari tentang aset kripto dengan mudah, melalui website dan aplikasi. Hal ini sejalan dengan tingkat familiaritas orang Indonesia terhadap kripto (30 persen) yang sudah melebihi aset investasi yang lain, seperti obligasi negara (20 persen) dan pinjaman peer-to-peer (18 persen), berdasarkan survei Luno dan YouGov pada Agustus lalu.

    Memasuki semester kedua tahun 2021, volume transaksi kripto di Luno Indonesia sudah menunjukkan pertumbuhan sebesar 22 kali sepanjang setahun terakhir. Secara global, Luno juga telah memiliki lebih dari 9 juta pelanggan, dan menjadi Top 6 platform perdagangan kripto terbaik di dunia versi CryptoCompare. Luno menjadi satu-satunya platform perdagangan kripto di Indonesia yang berhasil masuk ke ranking Top 50 dan mendapatkan skor Grade AA.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini