
Makanan siap saji menjadi pilihan paling praktis yang mudah ketika lapar sudah menyerang. Makanan jenis ini semakin hari berkembang jenis dan jumlah pemasarannya.
Saat mengkonsumisi masakan siap saji, Anda tidak akan mengetahui cara memasak dari makanan tersebut. Padahal, cara memasak juga memengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya.
Contoh saja, jika masakan tersebut direbus langsung dalam air, maka sangat mungkin melarutkan vitamin B dari sayuran. Sedangkan jika dengan cara mengkukus kandungan nutrisi di dalamnya akan tetap terjaga. Namun sekali lagi, Anda tidak tahu bagaimana makanan siap saji dihidangkan bukan?
Di samping itu, gerai makanan cepat saji juga sering kali mengganti bahan yang awalnya bermanfaat bagi tubuh dengan bahan yang memiliki kandungan tidak jelas. Contoh saja, ketika membeli pizza cepat saji, biasanya menggunakan minyak rapeseed, yang seharusnya adalah minyak zaitun.
“Nutrisi hilang bukan satu-satunya perhatian. Bahaya potensial lainnya mengintai dari makanan siap saji,” ujar Richard Hoffman, Dosen Biokimia Nutrisi, Universitas Hertfordshire dikutip dari Independent, Senin (29/2).
Konsumsi makanan siap saji juga bisa sangat berbahaya jika bersentuhan dengan makanan yang dibakar. Pada proses pengolahan tersebut memungkinkan menghasilkan zat AGEs. Zat ini berkaitan dengan peningkatan risiko dibetes dan juga demensia.