
Uzone.id - Polytron dikabarkan sedang bersiap meghadirkan satu lagi mobil listrik terbarunya. Mobil yang kabarnya bakal berjenis hatchback tersebut merupakan hasil kerjasama dengan pabrikan China, DFSK.
Menurut sumber internal yang ditemui Uzone.id, Polytron bakal kembali melakukan rebadge terhadap satu model di China, bekerja sama dengan merek DFSK.Modelnya sendiri di negara asalnya disebut Dongfeng Nami alias DFSK Nami. Punya tampilan yang kompak dan stylish, serta menjanjikan harga jual yang lebih terjangkau dari Polytron G3 series yang berjenis SUV.
Dongfeng Nami (atau Nammi) adalah sub-merek kendaraan listrik (EV) fokus perkotaan dari Dongfeng Motor, China, yang diluncurkan tahun 2023.
Model unggulannya, Nammi 01 (atau Nami Box), adalah hatchback 5-penumpang yang menonjolkan fitur mewah di segmen terjangkau, seperti pintu frameless, kursi ventilated, dan kemampuan berkendara otonom.
Spesifikasi Dongfeng Nami
DFSK Nammi memang tergolong mobil kompak perkotaan. Hatchback ini punya dimensi panjang 4.030 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm.
Mobil ini didukung baterai berkapasitas 42 kWh, memberikan jarak tempuh hingga 430 km (NEDC), dengan tenaga 70 kW (sekitar 95 PS) dan torsi 160 Nm. Mendukung DC fast charging, mampu mengisi daya 30-80% dalam 30 menit.
Beberapa varian menawarkan fitur seperti parkir otomatis (auto-parking), kamera 360°, dan kursi yang bisa diatur rata (rest mode).
Dongfeng Nami menargetkan pasar EV ramah anggaran yang stylish dan fungsional untuk penggunaan harian.
"Kita kan terbuka mau kerjasama dengan merek apa saja, jadi gak cuma dengan Skyworth saja, bisa juga dengan merek lain," ujar sang sumber.
Soal posisi produk baru tersebut, apakah akan berada di atas atau di bawah model yang sudah ada, Polytron masih memilih untuk menutup rapat detailnya.
Selain itu, karena sudah tidak adanya insentif, maka mobil tersebut rencananya akan langsung dirakit di Indonesia, tidak lagi impor dari negara asalnya.
Polytron merakit mobil listriknya (G3 dan G3+) di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.
Saat ini belum memiliki pabrik mandiri khusus mobil, Polytron fokus pada perakitan lokal ber-TKDN 40%.