Home
/
Automotive

Ini Saran Kemenkes saat Terpaksa Naik Motor Pas Ada Debu Vulkanik

Kemenkes sudah mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor saat terpapar debu vulkanik, tapi jika terpaksa berikut beberapa saran untuk dilakukan.

Ini Saran Kemenkes saat Terpaksa Naik Motor Pas Ada Debu Vulkanik

Bagikan :

Uzone.id - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tengah melanda beberapa wilayah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan sepeda motor, tapi kalau terpaksa ini saran dan tipsnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebenarnya sudah mengimbau warga agar sebaiknya tidak mengendarai sepeda motor.

Namun, kalau kondisi memang mendesak dan kamu terpaksa harus naik motor, ada beberapa panduan penting yang wajib kamu perhatikan demi menjaga keselamatan serta kesehatan.

Imbauan ini disampaikan secara resmi melalui Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026 yang mengatur tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pada dasarnya, Kemenkes sangat menyarankan untuk menghindari pemakaian kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka selama hujan abu terjadi.



Meski begitu, kalau kamu tidak punya pilihan lain dan tetap harus bepergian mengendarai sepeda motor, pastikan kamu melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat saat berada di jalanan.

"Hindari penggunaan kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka lainnya untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas," demikian dikutip dari Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026.

Dari Surat Edaran Kemenkes dijelaskan, abu vulkanik mengandung partikel berukuran kecil namun punya permukaan yang kasar. Dalam kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik yang sifatnya iritan.

Terlebih lagi, debu vulkanik tidak bisa diprediksi kandungannya karena punya komposisi dan tingkat bahaya yang berbeda-beda setiap erupsi.





Bahaya paparan abu vulkanik ini cukup beragam, mulai dari memicu gangguan saluran pernapasan, masalah kesehatan mata, iritasi kulit, sampai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena jalanan yang licin serta jarak pandang berkurang drastis.

Untuk meminimalkan potensi bahaya saat terpaksa naik motor, persiapkan perlindungan diri dengan baik.

Pengendara disarankan untuk memakai masker berstandar seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara. Jika masker jenis ini belum tersedia, kamu bisa memakai masker medis yang ada terlebih dahulu sebagai bentuk perlindungan sementara.

"Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu serta diganti apabila basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas," katanya.



Selain pernapasan, lindungi juga area mata menggunakan kacamata pelindung tertutup atau goggles.

Perlu diingat, jangan sekali-kali mengucek mata saat terkena abu, melainkan segera bilas dengan air mengalir atau cairan pembilas steril. Selama fenomena hujan abu berlangsung, hindari dulu pemakaian lensa kontak.

Perhatikan juga pakaian yang kamu kenakan saat berkendara. Pastikan mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, serta sepatu atau alas kaki tertutup.

Begitu selesai beraktivitas di luar ruangan dan sampai di tujuan, segera mandi atau basuh bagian tubuh yang terpapar abu lalu ganti seluruh pakaianmu.

Melengkapi arahan tersebut, akun Instagram resmi Korlantas Polri juga menyarankan agar para pengedara mengurangi kecepatan kendaraan, menyalakan lampu, serta segera berhenti mencari tempat aman apabila situasi dan kondisi di jalan semakin memburuk.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article