icon-category Technology

Intip Roket Baru buat Jelajah Bulan dan Mars

  • 02 Oct 2019 WIB
  • Bagikan :

    (dok. SpaceX)

    Uzone.id -- Miliuner Elon Musk memang ‘gila’. Tekadnya untuk segera ‘menjajah’ Bulan dan Planet Mars semakin nyata. Hal ini ditandai oleh konsep roket canggih yang siap dirakit.

    Roket tersebut diberi nama Starship. Wujudnya tampak begitu berkelas, minimalis, dan tentu saja jumbo. Melalui perusahaan perakit wahana antariksa milik Musk, SpaceX, Starship siap masuk tahap pengembangan untuk misi awak manusia menuju Bulan dan Mars.

    Starship sendiri rencananya akan dirakit menggunakan baja. Untuk ukurannya, SpaceX memperkirakan Starship akan memiliki tinggi 118 meter. 

    Baca juga: NASA Bikin Sayembara untuk Nama Robot yang Jelajah Mars

    Musk memamerkan konsep Starship ini di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat beberapa hari lalu. Dari apa yang diutarakannya, Starship ditargetkan akan mampu memboyong pasokan dan pengiriman kargo serta awak manusia dalam bobot yang cukup berat.

    Mengutip VentureBeat, Musk juga percaya diri mengatakan bahwa penerbangan orbit pertama roket Starship akan dilakukan pada 6 bulan ke depan. Sementara misi antariksa yang membawa awak manusia bisa saja dijalankan pada tahun depan.

    “Pada dasarnya roket ini bagai cawan suci untuk misi luar angkasa,” ucap Musk. “Terobosan kritis yang dibutuhkan untuk menjadi peradaban yang menjelajah antariksa adalah membuat perjalanan luar angkasa seperti perjalanan udara biasa.”

    Baca juga: Debat Elon Musk vs. Jack Ma: Mending Tinggal di Bumi atau Mars?

    Sekadar diketahui, desa Boca Chica yang lokasinya beberapa kilometer sebelah utara dari perbatasan Meksiko, adalah lahan yang akan digunakan SpaceX untuk eksperimen uji coba program Starship ini. 

    Selama ini kita tahu bahwa misi Musk ke Bulan sejalan dengan misi badan antariksa Amerika Serikat, NASA yang juga berencana mengirim astronaut ke sana pada tahun 2024 melalui program Artemis.

    Program Artemis sendiri adalah inisiatif antariksa yang disokong oleh pemerintahan Donald Trump pada Maret kemarin. Tujuannya agar badan antariksa AS bisa membangun kehidupan jangka panjang di permukaan Bulan sebelum akhirnya menduduki Mars.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini