icon-category News

iPhone XR Kurang Laku karena Tidak Ada Tombol Home?

  • 07 Nov 2018 WIB
  • Bagikan :

    Salah satu varian baru smartphone milik Apple, iPhone XR telah melakukan penjualan perdana di beberapa negara pada akhir Oktober lalu. Namun tidak seperti yang diharapkan, penjualan iPhone XR kurang mendapat respons positif.

    Nikkei Asian Review melaporkan bahwa Apple telah membatalkan peningkatan produksi iPhone XR yang diklaim kurang laku di pasar. Sementara itu, penjualan produk lain seperti iPhone 8 justru lebih baik di luar ekspektasi perusahaan.

    Ada kemungkinan kondisi ini dikarenakan pasar lebih menyukai iPhone yang memiliki tombol beranda atau home, seperti iPhone 8 dan generasi sebelumnya. Sementara iPhone XR tidak memiliki tombol home dan mengandalkan Face ID untuk sistem keamanan.

    Tombol home memang sudah dihilangkan sejak iPhone X, yang diluncurkan pada 2017 lalu bersamaan dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang keduanya masih memiliki tombol home.

    Berdasarkan strategi pemasaran perusahaan, iPhone dengan kemampuan Face ID diyakini bakal sukses. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Awal penjualan iPhone X terlihat buruk, meski kemudian CEO Apple Tim Cook membantah laporan tersebut dengan menyebutkan iPhone pertama tanpa tombol home itu adalah model terlaris perusahaan setiap pekan.

    Setelah era iPhone X berlalu, datanglah iPhone Xs dan iPhone Xs Max, serta versi 'murah' iPhone XR. Dengan layar yang besar dan cantik itu, tampilan iPhone XR sangat mirip dengan iPhone X namun dengan harga yang lebih murah di harga 750 dolar AS atau sekitar Rp 11,1 juta. iPhone seri ini juga tidak memiliki tombol home dan Touch ID seperti model iPhone sebelumnya.

     

    iPhone 8 lebih laku dibanding iPhone XR

    Pertanyaan muncul dengan apa yang terjadi pada lesunya penjualan iPhone XR dan naiknya penjualan iPhone 8. Mengapa ada orang yang menginginkan produk lama itu sekarang dibanding iPhone yang bisa buka kunci dengan wajah?

    Jika laporan Nikkei yang berasal dari sumber terdekat isu ini benar, mungkin memang benar ada ribuan orang yang ingin tetap menggunakan iPhone dengan tombol home dan layar lebih kecil. Sumber Nikei mengatakan bahwa Foxconn memproduksi hingga 100.000 unit iPhone XR lebih sedikit per hari dari yang direncanakan Apple, turun sekitar 20 persen hingga 25 persen dari rencana awal.

    Sementara itu, Apple diklaim telah meningkatkan produksi untuk iPhone 8 dan iPhone 8 Plus sebanyak 5 juta unit. Nikkei melaporkan bahwa menambahkan pesanan produksi untuk iPhone edisi 2017 menggambarkan kurangnya inovasi dan ketidakmampuan Apple menggaet konsumen dengan strategi penerapan harga 'selangit'.

    Dari segi harga, iPhone 8 dibanderol 600 dolar AS (sekitar Rp 8,9 juta) dan iPhone 8 Plus dijual 700 dolar AS (sekitar Rp 10,4 juta), keduanya lebih murah daripada iPhone XR. Bagi mereka yang peduli, kedua smartphone punya fitur yang tidak dimiliki iPhone XR: tombol home.

    Jadi seri iPhone X baru mungkin tidak sesukses seperti yang diharapkan Apple. Mengandalkan smartphone layar besar dan Face ID mungkin sudah tidak menarik di mata pengguna yang lebih menyukai tombol home.

    Selain itu, faktor harga mungkin juga menentukan orang-orang lebih memilih beli iPhone 8 dibanding produk baru di lini iPhone X yang harganya tembus 1.000 dolar AS (sekitar Rp 14,8 juta).

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini