
Uzone.id — Indosat Ooredoo Hutchison disebut menjadi gerbang bagi salah satu startup China bernama INF Tech untuk mendapatkan akses chip terbaru Nvidia yaitu chip Blackwell. Padahal, seperti yang diketahui, Nvidia yang berbasis di AS dilarang keras oleh Donald Trump untuk memberikan teknologinya ke perusahaan di China.
Menanggapi hal tersebut, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerjasama dengan perusahaan multinasional.“Setiap pelanggan di luar Indonesia harus melalui regulasi yang sama, baik perusahaan AS maupun perusahaan China. Jika memenuhi semua peraturan, kami pun mendukungnya,” kata Vikram kepada The Wall Street Journal, dikutip dari Tom’s Hardware.
Sementara itu, INF Tech yang sebelumnya disebut memiliki keterkaitan dengan militer China juga menegaskan bahwa mereka tidak melakukan penelitian apapun dengan militer negara tersebut dan mereka sudah memenuhi peraturan ekspor AS.
INF Tech sendiri adalah sebuah startup yang didirikan oleh Qi Yuan, warga negara Amerika kelahiran China yang juga memimpin institut AI di Universitas Fudan.
Sebelumnya, dalam investigasi terbaru Wall Street Journal, sebuah startup asal Shanghai, INF Tech berhasil mengakses 2.300 GPU AI Nvidia yang terlarang tersebut melalui perantara dari Indosat yang berbasis di Jakarta.
Langkah ini mungkin terlihat ilegal, tetapi para pengacara mengatakan bahwa cara ini sepenuhnya legal dan tidak melanggar hukum. Pasalnya, INF Tech tidak secara langsung membeli teknologi tersebut dari Nvidia.
Dalam laporan yang dikutip dari Tom’s Hardware, Senin, (17/11), jalur ini dimulai di California, di mana Nvidia menjual chip terbarunya kepada Aivres, salah satu mitranya yang memproduksi server AI.
Aivres sendiri merupakan perusahaan domestik AS, namun beberapa pihak mengklaim bahwa sebagian saham Aivres dimiliki oleh Inspur, perusahaan teknologi China yang masuk daftar hitam pemerintah AS–yang kemudian dibantah oleh perusahaan.
Karena Aivres adalah perusahaan berbasis AS, mereka pun bebas dan tidak terikat oleh pembatasan ekspor yang diberlakukan ke perusahaan asing selama mereka mematuhi aturan ekspor AS.
Lalu, disinilah peran Indosat dimulai. Perusahaan telekomunikasi Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison terlibat dimana mereka membeli 32 rak server Nvidia GB200 dari Aivres dengan kesepakatan senilai sekitar USD100 juta. Setiap rak-nya ini berisi 72 chip Blackwell dengan total mencapai 2.304 GPU.
Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pusat data raksasa yang dibangun oleh raksasa AI seperti OpenAI dan xAI. Setelah itu, sumber menyebut bahwa Aivres terlebih dahulu mencarikan klien untuk Indosat, yang tidak lain adalah INF Tech yang didirikan oleh Qi Yuan, warga negara Amerika kelahiran Tiongkok yang juga memimpin institut AI di Universitas Fudan.
Bahkan disebutkan bahwa pihak universitas turut hadir dalam negosiasi antara INF Tech dan Indosat, meskipun INF Tech yang menandatangani kontrak. Setelah kontrak diteken, Indosat melanjutkan pembelian tersebut, dengan server-servernya telah terpasang di fasilitas mereka di Jakarta pada Oktober 2025.