
Uzone.id — Vivo X300 series akhirnya meluncur di Shanghai, China pada Senin malam, (13/10) waktu setempat. Sebelum resmi hadir ke Indonesia, tim Uzone bisa nyobain lebih dulu smartphone flagship Vivo di tahun 2025 ini.
Hadir dengan 2 varian aja, Vivo X300 series ini tentu bawa banyak peningkatan dan juga fitur-fitur baru, guys. Desain-nya juga makin cantik dengan warna baru dan juga desain yang semakin mendekati iPhone seri 16.Tone warnanya juga dibuat mirip, guys dengan warna pastel tapi sedikit main aman karena masih tetap menghadirkan warna biru putih dan hitam. Tapi, kabar baiknya, Vivo X300 series ini punya dua warna yang cukup unik yaitu ungu dan juga coklat yang mirip kopi susu.
Mau tau gimana first impression dan hands-on singkat kita nyobain smartphone ini? Yuk simak bahasannya berikut ini!
Desain
Unit yang kami pegang adalah Vivo X300 versi biasa. Banyak yang sedih kalau varian Pro Mini dihapus dari line-up X Series Vivo tahun ini, tapi Vivo punya penggantinya dengan menyulap versi Pro Mini menjadi versi Basic.
Punya bodi yang compact, Vivo X300 dimensi bodi 150.57 mm x 71.92 mm dan ketebalan cuma 7,95 mm saja. Beratnya juga sangat ringan yaitu hanya 190 gram aja. Untuk pemilik tangan mungil, smartphone ini pas di genggaman.
Desain belakangnya yang ngga gampang slip juga jadi another reason kenapa smartphone ini sempurna jadi daily companion.
Kalau tahun lalu Vivo X200 dan Vivo X200 Pro punya desain yang lebih bulat, dengan kaca belakang dan depan yang melengkung ke dalam bingkai. Kali ini, semuanya dihilangkan oleh Vivo.
Tampilan belakang dan depan benar-benar dibuat datar, dan begitupun dengan bingkai aluminium di samping yang juga flat. Mungkin ini alasan kenapa ponsel ini terasa familiar saat dipegang karena berasa memegang iPhone 16 di tangan.
Oh iya, jangan lupa warnanya yang menarik semua kalangan. Ada 4 varian warna yang akan tersedia, yaitu Freedom Blue, Leisure Purple, Pink, dan Pure Black.
Sementara itu, membahas soal varian Pro, varian ini sama-sama punya desain yang sama, tonjolan kamera yang lebih tipis, tampilan depan belakang yang datar serta curve di setiap sisinya.
Bedanya, varian Pro ini lebih ‘dewasa’ dalam hal dimensi dan juga warna. Varian ini punya dimensi bodi 161,98 x 75,48 dengan ketipisan yang sedikit lebih tebal dari versi biasa yaitu 7,99mm dan beratnya 226 gram.
Warna yang tersedia juga ada 4 varian yaitu Freedom Blue, Simple White, Pure Black, dan Wilderness Brown. Warna coklat jadi salah satu warna yang menarik karena mirip dengan warna kopi susu.
Di bagian layarnya juga sama, keduanya punya ukuran layar yang berbeda.
Vivo X300 punya luas layar sebesar 6,31 inci dengan panel BOE Q10+ OLED yang menawarkan resolusi 1,5K (2640 x 1216 piksel) dan kecepatan refresh 120Hz. Sementara yang varian Pro punya panel layar OLED BOE Q10+ 6,78 inci yang menawarkan resolusi 1.5K (2800 x 1260 piksel), kecepatan refresh 120Hz.
Yang enaknya, keduanya punya peak brightness hingga 4.500 nits jadi gak usah risau kalau dibawa saat siang terik karena masih tetap terlihat dengan nyaman.
Performa
Yang spesialnya, dua series ini jadi yang pertama yang didukung oleh chipset Dimensity 9500 yang dinilai memiliki performa tinggi namun tetap irit baterai. Ketika diuji coba benchmark Antutu, keduanya punya score hingga 3.485.642 untuk varian Pro dan 3.355.586 untuk varian biasa.
Performanya ini dibantu dengan baterai berkapasitas besar
hingga 6.040mAh untuk varian basic dan 6.510mAh untuk varian biasa. Baik itu model basic atau Pro, keduanya mendukung pengisian daya kabel 90W
dan nirkabel 40W.
OriginOS 6
Vivo X300 membawa sistem operasi OriginOS 6 dimana sistem operasi baru ini membawa tampilan Origin Design, animasi halus lewat Origin Smooth Engine, serta fitur efisien Origin Island. Salah satu yang menarik adalah tampilannya yang mirip dengan tampilan iOS 126 yaitu Liquid Glass.
Beberapa elemen terlihat seperti Liquid Glass, seperti layar kunci, panel kontrol, beberapa latar belakang, dan kalau iOS 26 punya Spatial Lockscreen, Vivo X300 series punya Flip Cards dimana Lockscreen bisa berubah angke ketika di flip ke kanan maupun kiri.
OriginOS 6 juga memudahkan smartphone Vivo untuk terkonek ke ekosistem Apple. Salah satunya pengiriman file yang makin mudah dengan aplikasi EasyShare.
Kamera
Bicara soal kamera nih, bukan Vivo X300 Series namanya kalau gak membawa kamera gahar khas flagshipnya Vivo. Masih betah dengan partner-nya, ZEISS, Vivo X300 dan X300 Pro menyajikan kualitas kamera kelas atas.
Spesifikasi kameranya sedikit berbeda. Vivo X300 Pro memiliki kamera utama 50 MP, ultra-wide 50 MP, kamera zoom 200 MP, dan snapper selfie 50 MP.
Sementara Vivo X300 punya kamera utama 200 MP, ultra lebar 50 MP, zoom 50 MP, dan kamera depan 50 MP. Keduanya bisa membidik objek dengan berbagai jarak, kondisi cahaya dan berbagai occasion.
Hasil foto Vivo X300
Zoom 1x:
Zoom 10x:
Selfie:
Hasil foto Vivo X300 Pro:
1x Zoom:
10x Zoom:
100x Zoom:
Selfie:
Salah satu fitur yang menarik adalah Flash Portrait untuk digunakan ketika kondisi low light. Fitur ini mampu membuat warna kulit menjadi lebih clear dan tajam meski di kondisi gelap.
Untuk hasil kamera yang maksimal, X300 ini mendukung panjang fokus 23/50mm dan akan dilengkapi dengan chip V3+ untuk pasca-pemrosesan.
Photography Kit
Vivo X300 Series juga dilengkapi dengan Photography Kit, dimana yang Pro mencakup casing, lensa fisik panjang yang dapat dipasang di casingnya serta hand-grip untuk mengendalikan kamera agar lebih mudah dan mirip kamera profesional.
Sementara yang varian biasa juga dilengkapi dengan Photography Kit yang terdiri dari lensa fisik panjang dan casing khusus.
Impresi?
Vivo X300 Series ini jadi compact flagship yang ‘ngepas’ banget di semua part-nya. Pas buat jadi daily driver karena desainnya yang compact dan nyaman, ngepas buat fotografi dan ngonten karena kameranya yang apik, pas buat aktivitas dan mobilitas tinggi karena performanya yang gahar serta pas banget buat yang ingin nyari hape premium tapi tetap playful.