
Uzone.id – Telkom Indonesia baru menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 hari ini, Senin (8/6) di Jakarta. Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah masuknya Edwin Hidayat Abdullah sebagai Komisaris Telkom, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Silmy Karim.
Perubahan jajaran komisaris tersebut menjadi bagian dari langkah Telkom memperkuat struktur kepemimpinan perusahaan di tengah percepatan transformasi bisnis dan pengembangan ekosistem digital nasional melalui strategi TLKM 30.Selain menunjuk Edwin Hidayat Abdullah, pemegang saham juga menyetujui susunan baru Dewan Komisaris yang dipimpin oleh Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama.
Dari keterangan resmi yang diterima Uzone, adapun susunan Dewan Komisaris Telkom hasil RUPST 2026 adalah sebagai berikut:
Sementara itu, jajaran direksi Telkom masih dipimpin oleh Dian Siswarini sebagai Direktur Utama bersama delapan direktur lainnya yang mengawal berbagai lini bisnis perusahaan.
Telkom bagikan dividen Rp21,9 triliun
Selain menyetujui perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun 2025, sementara Rp4,2 triliun berasal dari laba ditahan tahun sebelumnya.
Dividen akan dibayarkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Telkom per 19 Juni 2026.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan keputusan pembagian dividen tetap mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.
"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat," ujar Dian.
Buyback saham Rp4 triliun
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp4 triliun.
Program buyback tersebut akan berlangsung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027 dan dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa.
Menurut Telkom, langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Transformasi TLKM 30 terus dipercepat
Pergantian pengurus dan berbagai keputusan strategis dalam RUPST dilakukan seiring percepatan implementasi transformasi TLKM 30.
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.
Perusahaan juga melanjutkan berbagai inisiatif transformasi, mulai dari efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, divestasi aset non-inti, hingga monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off bisnis wholesale fiber ke InfraNexia.
Dian menegaskan bahwa keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST menjadi bagian dari upaya Telkom memperkuat fondasi bisnis sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem digital nasional.
"Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," tutup Dian.