Auto

Jak Lingko! Apaan Sih Ini?

  • 10 October 2018
  • Bagikan :

    Uzone.id - Katanya Jakarta sudah mencetak sejarah baru dalam dunia transportasi.

    Nantinya, kemana-mana di seluruh Jakarta hanya Rp 5000, dengan mengandalkan 11 operator angkutan umum, 484 armada berbagai jenis.

    Konsepnya mirip dengan Ok Trip ya? Ya memang mirip, bahkan sama aja, hanya namanya yang dirubah.

    Ya, setelah Ok Trip dihentikan, Pemprov DKI segera memberlakukan sistem transportasi terintegrasi dengan nama Jak Lingko.

    Jak Lingko diprediksi akan melayani sekitar 5 juta pelanggan per harinya.

    “Alhamdulillah, hari ini bersejarah bagi kita semua di Jakarta, untuk pertama kalinya seluruh operator angkutan kecil bekerja sama dengan transportasi umum yang dikelola oleh pemerintah menjadi sebuah jaringan yang sama,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di lama Facebook resminya.

    Perjalanan percobaan kemarin dengan OK OTrip berjalan baik, sistem terintegrasi. Fase kedua, akan dilaksanakan dengan sebuah nama yang baru yang mencerminkan integrasi.

    “Kita menggunakan kata Jak Lingko ini menjadi sistem transportasi terintegrasi,” kata Anies lagi.

    Hanya dengan satu kartu, bisa naik micro bus, mini bus, medium bus, bus besar, MRT, LRT dan KRL.

    Jak Lingko gabungan dari kata Jakarta dan Lingko yang berarti jejaring atau pengintegrasian.

    Lingko merupakan sebuah kosakata baru di dalam bahasa Indonesia, diserap dari nama pengelolaan pengairan sawah di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang bentuknya seperti jejaring laba-laba.

    Sehingga, nama sistem transportasi massal yang baru ini dapat mencerminkan makna jejaring atau terintegrasi.

    Melalui pengembangan program ini seluruh moda transportasi massal dapat terintegrasi dan terkoneksi ke dalam satu sistem yang semakin memudahkan masyarakat pengguna transportasi melakukan aktifitas sehari-hari.

    Masyarakat bisa naik dari mana saja, ke mana saja dengan satu tiket terusan senilai 5000 rupiah, bisa pindah antar moda apa saja dalam waktu 3 jam.

    Diharapkan akan mengubah pola pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah ke transportasi massal, termasuk meningkatkan kesejahteraan, baik bagi masyarakat dengan tarif terjangkau/murah, maupun pengemudi angkutan bus kecil dengan perolehan penghasilan/gaji yang tetap. 

    Oooo, itu toh Jak Lingko…