
Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) menyebut Jakarta menduduki peringkat ke-33, kota dengan ekosistem perusahaan rintisan atau startup potensial.
Laporan itu diungkap Global Startup Ecosystem Report (GSER) bulan Mei lalu. Riset ini dilakukan oleh startup berbasis riset internasional yang bermarkas di San Fransisco, Amerika Serikat.
Selain Jakarta, ada kota Logos di Nigeria yang masuk ke posisi 34, Melbourne, Montreal, Moscow, dan Mumbai.
Lihat juga:Riset UI Ungkap Mitra Gojek Bahagia Bekerja |
Menurut laporan GSER, Jakarta saat ini ditempatkan sebagai ekosistem startup dalam fase Late Globalization. Artinya, Jakarta memiliki posisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya yang berada pada fase Early Globalization dan fase Activation.
Lebih lanjut, laporan GSER pun menyebutkan bahwa sub sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech.
"Mungkin ini gambaran untuk kita lalu harus fokus keterhubungan secara global dan menentukan jagoan startup kita ke pasar global. Salah satu gambaran, startup ecommerce dan selanjutnya fintech menarik untuk dijadikan model supaya ekosistem lebih meningkat," pungkas Joddy.