icon-category Health

Jangan Menyepelekan Anosmia, Bisa Timbul Komplikasi, Lho

  • 21 Jun 2019 WIB
  • Bagikan :

    Anosmia atau sebuah gangguan ketika penderitanya kehilangan kemampuan untuk mendeteksi aroma di sekitarnya, bisa terjadi sementara hingga permanen. Walaupun terlihat sepele, ternyata ada beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh anosmia, lho. Apa saja ya?

    Komplikasi yang timbul akibat anosmia

    penyakit anosmia

    Menurut sebuah studi, anosmia bisa terjadi pada 3-20% populasi yang ada di dunia. Biasanya, kondisi tidak bisa mendeteksi bau ini disebabkan oleh trauma pada kepala, infeksi saluran pernapasan, gaya hidup, atau penyakit yang berhubungan dengan neurodegeneratif.

    Kehilangan salah satu fungsi indera penciuman, yang ternyata cukup fatal, bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Misalnya, Anda tidak lagi dapat menghirup dan mencicipi makanan sebagaimana mestinya. Hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap nafsu makan Anda. Tidak berselera makan dan mengurangi porsi makan dalam waktu singkat dapat memperburuk kesehatan Anda.

    Selain itu, Anda juga tidak mengetahui apakah makanan yang akan Anda konsumsi basi atau tidak. Makanan yang sudah basi biasanya mengeluarkan bau dan warna yang tidak sedap.

    Nah, bagaimana dengan makanan yang tidak memperlihatkan tanda-tanda luarnya dan hanya mengeluarkan bau saja, seperti susu basi? Tentu saja Anda akan kesulitan untuk mengetahui apakah makanan tersebut layak untuk dikonsumsi atau tidak.

    Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan beberapa komplikasi anosmia yang dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh Anda.

    • Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit karena tidak bisa merasakan makanan.
    • Keracunan makanan akibat hilangnya fungsi penciuman yang tidak bisa mendeteksi bau makanan basi.
    • Kurang sadar dengan bahaya sekitar, seperti tidak dapat menghirup bau asap yang muncul ketika pemicu kebakaran terjadi.
    • Hilangnya kemampuan untuk mengingat kenangan berdasarkan bau atau aroma.
    • Tidak sadar dengan bau badan diri sendiri
    • Suasana hati terganggu yang bisa memicu depresi.
    • Memicu penyakit neurologis, seperti parkinson dan alzheimer karena terdapat penurunan kognitif.

    Seperti yang sudah dikatakan bahwa anosmia ada yang bersifat sementara dan permanen. Jika Anda sudah merasa kehilangan kemampuan untuk membaui sesuatu, cobalah untuk langsung konsultasikan kepada dokter Anda. Hal ini bertujuan agar gangguan ini tidak bersifat permanen dan Anda akan kehilangan kemampuan untuk mencium aroma selamanya.

    Nah, maka itu dibutuhkan cara-cara yang tepat untuk mengatasi komplikasi anosmia.

    Mengatasi komplikasi anosmia

    Sebenarnya, setengah dari jumlah penderita anosmia dapat disembuhkan dengan beberapa pengobatan tertentu. Akan tetapi, hal tersebut dapat terjadi jika Anda mengetahui apa penyebabnya dan menjauhi pemicunya terlebih dahulu.

    Nah, berikut ini beberapa jenis obat yang bisa membantu Anda mengatasi anosmia yang disebabkan karena sumbatan.

    • Decongestan
    • Antihistamin
    • Semprotan hidung steroid
    • Operasi sinus yang menyumbat hidung (sinusitis kronis atau polip hidung)
    • Steroid oral dalam jangka waktu pendek

    Biasanya, anosmia juga disebabkan oleh kebiasaan dari merokok. Oleh karena itu, usahakan untuk mengurangi dan menghentikannya agar dapat menjauhi pemicu anosmia.

    Hidup tanpa memiliki kemampuan untuk membaui sesuatu memang berdampak sangat banyak pada kehidupan Anda. Oleh karena itu, komplikasi yang ditimbulkan oleh anosmia harus Anda hindari karena bisa mempengaruhi kesehatan Anda.

    The post Jangan Menyepelekan Anosmia, Bisa Timbul Komplikasi, Lho appeared first on Hello Sehat.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini