icon-category Gadget

Laporan dari New York

Jangan Ragu Beli Ponsel Lipat

  • 11 Aug 2022 WIB
  • Bagikan :
    Samsung Galaxy Flip4 (Foto: Susetyo/Uzone.id)

    Uzone.id - Sebetulnya sudah sejak tahun 2019, Samsung Mobile memperkenalkan dan menjual ponsel lipat mereka yang diberi nama Galaxy Fold ke masyarakat umum.

    Namun baru sejak tahun kemarin, tampaknya menjadi titik balik bagi Galaxy Fold. Bahkan saat memperkenalkan Galaxy Fold3 dan Flip3, tanpa lagi Galaxy Note Series.

    Walau terkenal sebagai pionir dalam mengembangkan ponsel lipat, perlu usaha keras bagi Samsung untuk mempopulerkan Galaxy Fold dan Galaxy Flip.

    Walaupun kini baru saja meluncurkan Galaxy Fold4 dan Galaxy Flip4, ada saja pertanyaan menjurus keraguan mengenai durability dari sebuah ponsel lipat untuk dimiliki.

    Baca juga: Spesifikasi Samsung Galaxy Fold4 dan Galaxy Flip4

    “Untuk seri ini, bagian luar kami sudah menggunakan Gorilla Glass Victus+, which is ini lebih keras dari generasi sebelumnya. Sama Seperti yang digunakan oleh Galaxy S22 Series,” ujar Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia, di sela acara Samsung Unpacked 2022, di New York, Amerika Serikat.

    Verry mengakui beberapa konsumen masih khawatir khususnya di bagian dalam alias layar utamanya merupakan tempat bagi lipatan. Takut karena sering dibuka tutup lipatanya menjadi rusak layarnya.

    “Kita mesti tahu bahwa Galaxy Fold ini bisa dibuka tutup hingga 200 ribu kali atau sama dengan 5 tahun, cuma karena di Indonesia masih saja tetap masih ragu. ini kuat apa enggak. makanya di Fold4, durability-nya kita improive 45 persen artinya lebih keras, jadi lapisan perkuat sehingga ketika digenggam tangan itu beda sensasinya,” tambahnya.

    Baca juga: Harga Resmi Samsung Galaxy Fold4 dan Flip4 di Indonesia

    Dia tidak menampik bahwa saat ini pasar ponsel lipat mulai ramai. Ada beberapa vendor bahkan yang mampu memberikan ponsel lipat tanpa terlihat lipatanya.

    Untuk ini Verry pun jawabannya,”Ponsel lipat itu seperti buku, logikanya seperti buku kan ada lipatannya agar bisa dilipat, kalau rata terus dibuka dilipat itu ada risiko. Kecuali digulung, itu menjaga agak bisa tahan lama,” tandasnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini