icon-category Technology

Jony Ive, Mendesain Kloset kemudian iPhone yang Terkenal itu

  • 28 Jun 2019 WIB
  • Bagikan :

    (Jony Ive/Wired)

    Uzone.id -- Nama Jony Ive begitu mentereng di industri teknologi, terutama Silicon Valley. Namanya erat kaitannya dengan produk-produk premium Apple, raksasa teknologi yang dikenal hobi memasang harga selangit.

    Ive selama ini dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab atas penampilan minimalis nan stylish deretan produk unggulan Apple. Sebut saja iPhone, iPod, iPad, dan terobosan iMac beberapa tahun silam. 

    Perannya begitu penting bagi identitas produk Apple yang telah memiliki khas, seperti serba membulat, warna-warna aman, dan kesederhanaan yang justru menambah kesan elegan. Kini, Ive siap mengarungi perjalanan karier baru dengan meninggalkan Apple setelah bekerja hampir 3 dekade.

    Jadi, sebenarnya siapa Jony Ive ini?

    Memiliki nama lengkap Sir Jonathan Paul Ive, pria ini lahir di Chingford, London, 27 Februari 1967. Yup, dia adalah orang Inggris namun sekarang kehidupannya pindah di San Francisco, Amerika Serikat sejak terjun di industri teknologi.

    Ive pertama kali menyadari dirinya memiliki ketertarikan di dunia gambar sejak duduk di bangku SMA. Setelah lulus, dia melanjutkan jenjang pendidikan di Newcastle Polytechnic yang sekarang menjadi Universitas Northumbria. Tentu saja dia mengambil jurusan desain industri.

    Saat kuliah, dia menggunakan Apple Mac dan dari sini dia jatuh cinta dengan produk Apple.

    (Jony Ive/The Verge)

     

    Orang andalan Steve Jobs 

    Lulus dari masa perkuliahan, Ive bekerja untuk startup London bernama Tangerine. Di sana, Ive mendesain kloset, toilet, dan wastafel untuk klien. Lucunya, kliennya itu menolak karya Ive karena biaya produksinya yang terlampau tinggi.

    Sampai akhirnya pada 1992, Ive mendapat tawaran sebagai konsultan di Apple. Tawaran ini berasal dari Kepala Desain Industri Apple, Robert Brunner. Ive pun bekerja sebagai karyawan paruh waktu. Awal mula kontribusinya di Apple, Ive merancang Newton generasi kedua dan MessagePad 110. 

    Mengutip berbagai sumber, Ive sempat berpikir untuk hengkang cepat dari Apple, namun bosnya, Jon Rubinstein kala itu meyakinkan bahwa Apple suatu hari akan mencetak sejarah baru di dunia teknologi setelah bangkit dari bangkrut.

    Baca juga: Orang di Balik Keindahan Produk Apple (Akhirnya) Hengkang

    Setelah pendiri merangkap CEO Apple, Steve Jobs kembali ke Apple, Ive lambat laun menjadi orang kepercayaannya dalam urusan desain produk. Tugas pertamanya adalah iMac, yang kemudian dipercaya oleh Jobs untuk memegang iPod, iPhone, dan iPad.

    Begitu dipercaya, Ive bahkan telah memiliki laboratoriumnya sendiri di Apple untuk mengawasi karya-karya tim desainnya. Banyak yang mengatakan, Ive adalah satu-satunya desainer Apple yang punya kantor pribadi.

    Tak cuma itu, studio desain Ive yang berisi pemotong busa dan mesin cetak itu memiliki jendela yang sengaja diburamkan. Ive bahkan tidak mengizinkan anak-anak buahnya masuk ke ruangannya itu. 

    “Saya memiliki kuasa operasional yang lebih besar dari siapapun di Apple,” ucapnya di dalam buku biografinya yang ditulis Walter Isaacson.

    ‘Roller coaster’ karier Ive di Apple

    Setelah memegang kendali persoalan desain produk andalan Apple seperti iPod, iPhone, dan iPad, Ive ditempatkan di proyek Human Interface Apple pada 2012.

    Peran ini memberinya tanggung jawab untuk memperhatikan dan merancang perangkat keras dan software Apple. Peran ini juga dianggap sebagai kulminasi dari perilisan iOS 7 pada 2013, perubahan visual terbesar bagi tampilan sistem operasi iOS selama bertahun-tahun.

    Yup, iOS 7 selalu dianggap sebagai pedoman estetika di seluruh software Apple.

    (Jony Ive bersama CEO Apple, Tim Cook saat peluncuran iPhone XR pada 2018/dok. Apple)

     

    Ive kemudian ditunjuk sebagai Chief Design Officer pada 2015. Peran ini membuatnya harus memegang tugas manajemen harian bagi tim hardware dan software Apple. Namun, pada kenyataannya, Ive tetap bertanggung jawab atas semua desain Apple, dari proyek desain, ide baru, dan inisiatif masa depan.

    Mengutip The Verge, banyak yang melihat bahwa Ive siap hengkang dari perusahaan sejak itu.

    Lalu, pada 2017, Ive diberi kendali untuk mengatur divisi desain lagi. Meski terlihat seperti comeback Ive di tim desain, ternyata waktunya hanya sebentar. Ive akhirnya memantapkan diri untuk betul-betul keluar dari Apple.

    Fokus bikin perusahaan sendiri

    Hengkangnya Ive dari Apple memang mengejutkan. Nyaris sulit membayangkan Apple tanpa Ive. Dan hal ini memang benar adanya.

    Ive akan menjalankan perusahaan desain barunya yang diberi nama LoveForm. Uniknya, Ive mengatakan klien pertama LoveFrom adalah Apple. See, Apple tampaknya masih belum bisa lepas sepenuhnya dengan Ive.

    Baca juga: Sebagian iPhone Mungkin Tak Lagi 'Made in China'

    Sayangnya, belum ada penjelasan mengenai proyek kerja sama apa yang akan dijalin antara LoveForm dan Apple. 

    Yang jelas, Apple sudah pasti kehilangan sosok Ive yang tak kalah visioner dalam merancang tampilan produk-produknya.

    Gimana gak, Ive beberapa kali menerima penghargaan terhormat, salah satunya pemberian gelar Commander of the Order of the British Empire (CBE) pada acara 2006 New Year Honours berkat jasanya terhadap desain industri.

    Tak berhenti di situ, gelarnya mendapat ‘upgrade’ menjadi Knight of Commander of the Order of the British Empire (KBE) pada 2012 atas jasanya terhadap desain dan perusahaan.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Tags : Apple iPhone Jony Ive 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini