Home
/
Automotive

Jualan Mobil Listrik Melesat Kalahkan Hybrid, Mobil ICE Makin Melempem

Terjadi pergeseran tren pembelian mobil di Indonesia. Pertumbuhan mobil listrik melesat dan mengalahkan mobil hybrid, sementara mobil ICE makin melempem.

Jualan Mobil Listrik Melesat Kalahkan Hybrid, Mobil ICE Makin Melempem

Bagikan :

Uzone.id - Pasar otomotif nasional kini menunjukkan dinamika yang menarik dengan bergesernya preferensi konsumen dari kendaraan bermesin konvensional (ICE) menuju teknologi elektrifikasi. 

Walaupun penjualan mobil hybrid tumbuh signifikan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa lajunya masih tertinggal dibandingkan dengan penetrasi mobil listrik murni atau battery electric vehicles (BEV).




Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu sempat mengonfirmasi tren tersebut. 

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan semakin meningkat, terutama karena faktor fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mendorong efisiensi biaya. 

Airlangga menyebutkan bahwa pada semester satu tahun 2026, terjadi peningkatan pertumbuhan kendaraan berbasis hybrid sebesar 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) semakin memperjelas tren ini. 

Selama periode Januari hingga Juli 2026, penjualan mobil hybrid mencapai 50.138 unit, yang berarti terdapat kenaikan sebesar 42,9 persen secara tahunan. 

Meskipun angka tersebut menunjukkan performa yang baik, dominasi pasar elektrifikasi justru dipegang oleh mobil listrik murni. 

Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, distribusi mobil listrik telah mencapai 83.758 unit, sebuah lonjakan drastis sebesar 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tingginya antusiasme terhadap mobil listrik murni tidak terlepas dari insentif yang ditawarkan, seperti pembebasan aturan ganjil-genap, pajak PKB/BBNKB yang gratis, hingga insentif PPN yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen. 

Di segmen lain, kendaraan Plug in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) juga turut mencatatkan kenaikan distribusi menjadi 6.988 unit dari sebelumnya hanya 2.088 unit pada tahun lalu.




Mobil ICE Konvensional Semakin Meredup

Kontras dengan pertumbuhan segmen elektrifikasi, pasar mobil bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) justru menghadapi tantangan berat. 

Penjualan mobil segmen Low Cost Green Car (LCGC) mengalami penurunan sebesar 16,5 persen selama Januari-Juli 2026, dengan total distribusi mencapai 64.633 unit, turun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang menembus 77.402 unit.

Fenomena penyusutan pasar mobil ICE di luar segmen LCGC pun terpantau konsisten terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dengan total penurunan volume mencapai 41,8 persen pada periode 2022 hingga 2025. 

Data menunjukkan bahwa pada 2022, angka penjualan berada di level 869.153 unit, kemudian merosot menjadi 729.739 unit pada 2023. 

Tren negatif ini berlanjut pada 2024 dengan capaian 585.729 unit, hingga akhirnya terkoreksi menjadi 505.857 unit pada 2025.

Pergeseran peta kekuatan pasar ini menegaskan bahwa popularitas mobil yang hanya mengandalkan BBM murni mulai tergerus secara perlahan. 

Sebaliknya, masyarakat Indonesia kini terlihat lebih mantap dalam melangkah ke arah kendaraan elektrifikasi, yang tercermin dari pertumbuhan penjualan yang positif dan konsisten pada segmen hybrid maupun listrik murni dari tahun ke tahun.

Bagja Pratama

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article