Jurnalis MotoGP Kena Tipu Penginapan di Lombok, Pemprov Turun Tangan
Simon Patterson keluhkan penipuan akomodasi di Lombok jelang MotoGP Mandalika; Gubernur NTB menduga ulah marketplace, desak regulasi platform.

Valentino Rossi dan Jurnalis MotoGP Simon Patterson (Dok: Facebook)
Highlight Artikel
- Jurnalis dan pengamat MotoGP, Simon Patterson, mengeluhkan dugaan penipuan akomodasi di NA Hostel Lombok jelang MotoGP Mandalika 2026.
- NA Hostel membatalkan pesanan sepihak dengan alasan renovasi, kemudian menawarkan kembali dengan harga lebih tinggi karena bertepatan ajang balapan.
- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turun tangan dan menduga pembatalan dilakukan oleh marketplace pemesanan, bukan langsung oleh penginapan.
- Kasus ini menyoroti perlunya regulasi lebih lanjut terhadap marketplace akomodasi, karena bukan yang pertama kali terjadi di NTB.
Uzone.id - Jurnalis sekaligus pengamat senior MotoGP, Simon Patterson, merasa ditipu oleh pengelola penginapan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kasus ini pun menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB.
Kasus ini pertama kali diketahui lewat akun X resmi Simon, dia menceritakan kekesalannya dengan pelayanan akomodasi yang dianggapnya sudah melakukan penipuan tersebut."Benar-benar kesal karena urusan akomodasi saya di Indonesia dikacaukan tepat 48 jam sebelum kedatangan! Saran penting: hindari para penipu di NA Hostel, Kuta, Lombok," tulis Simon di akun X resmi miliknya.
Di unggahan tersebut, Simon juga membagikan bukti email dari NA Hostel yang melakukan pembatalan sepihak.
Dalam pembatalan tersebut disampaikan alasannya karena gedung penginapan sedang direnovasi, bahkan perbaikan diklaim butuh waktu yang lama.
Dengan pembatalan ini tentu membuat Simon kebingungan, pasalnya MotoGP Mandalika 2026 akand igelar akhir pekan ini, sementara hampir semua hotel sudah penuh.
Tak lama berselang, Simon mendapatkan email lagi dari NA Hostel yang berisi kabar renovasi bangunan sudah selesai dan siap menerima tamu.
Meski terdengar seperti kabar baik, tapi anehnya mereka menganggap pesanan Simon sebelumnya mulai 7-11 Oktober 2026 dianggap tidak sah karena harga yang tidak sesuai.
Dalam email yang diterima Simon dijelaskan kalau tanggal yang dipesannya bersamaan dengan ajang MotoGP, sehingga ada penyesuaian biaya. Selain itu terdapat eror dalam penayangan harga saat Simon melakukan pemesanan pertama kali.
Pengelola penginapan menawarkan Simon untuk mengubah pemesanan menjadi sehari lebih mundur. Tapi harga yang diberikan lebih mahal, dan Simon diberikan pilihan untuk membatalkan.
Simon pun menunggah email komplain kepada Hostleworld, sebuah platform pemesanan hotel dan penginapan, yang digunakannya untuk mencari akomodasi di Indonesia.
Pihak platform mengatakan kalau pemesanan harusnya dipenuhi oleh penyedia jasa akomodasi menggunakan harga awal, namun Simon belum juga mendapatkan akomodasi yang dipesan.
Sampai pada akhirnya, tempat penginapan tersebut benar-benar terisi penuh. Jawaban dari pihak hotel mengatakan kalau Simon tidak memberikan jawaban saat ditawari perubahan jadwal dan harga.
Kasus ini pun sampai ke telinga Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Iqbal mengatakan kalau pembatalan sepihak akomodasi yang dialami Simon diduga dilakukan oleh pihak marketplace atau platform pemesanan, bukan penginapan.
Ini disampaikan Iqbal setelah mengecek informasi soal Simon, yang kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya sebagai Gubernur NTB.
Dari hasil pengecekan Iqbal, pembatalan akomodasi bisa dilakukan oleh pihak hotel ataupun marketplace. Namun informasi yang dia dapat, pembatalan kasus Simon dilakukan oleh marketplace.
Ïni persoalannya sesudah kami cek ini bukan hotelnya, tapi marketplace-nya yang melakukan, jadi kalau marketplace itu bukan jangkauan kami, tapi kalau yang hotel kami bisa ngomong," sebut Iqbal dikutip oleh Uzone.id.
Iqbal pun menuturkan kalau ini bukan pertama kalinya terjadi di NTB. Kasus pembatalan akomodasi sebelumnya juga pernah ditemukan setelah dilakukan pengecekan.
"Sudah kami cek sejauh kewenangan kami, tapi kan marketplace itu entah di mana dia berada base-nya ada yang di luar negeri ada yang di negara lain," sebut Iqbal.
Iqbal telah dihubungi oleh Menteri Pariwisata untuk membahas masalah tersebut. Namun kasus ini perlu adanya pengaturan terhadap marketplace yang melayani pemesanan akomodasi dalam lingkup yang lebih laus.
"Saya bilang ini ada sesuatu yang harus kita atur lebih di lingkup yang lebih besar nasional, bagaimana kita memperlakukan marketplace ini," sebut Iqbal.
Seperti diketahui, MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Sejumlah kru, pembalap, hingga logistik sudah tiba di Lombok menjelang pelaksanaan balapan tersebut.
FAQ Artikel
Siapa Simon Patterson?
Simon Patterson adalah seorang jurnalis sekaligus pengamat senior MotoGP.
Di mana Simon Patterson mengalami masalah akomodasi?
Dia mengalami masalah dengan pengelola penginapan bernama NA Hostel di Kuta, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Apa yang menjadi keluhan utama Simon Patterson terhadap NA Hostel?
Keluhan utamanya adalah pembatalan pesanan sepihak dengan alasan renovasi, kemudian penginapan tersebut menawarkan kembali kamar dengan harga yang jauh lebih mahal karena bertepatan dengan ajang MotoGP Mandalika 2026.
Bagaimana respons Pemerintah Provinsi NTB terkait kasus ini?
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah menanggapi kasus ini. Setelah pengecekan, ia menduga pembatalan dilakukan oleh pihak marketplace atau platform pemesanan, bukan langsung oleh penginapan.
Apakah kasus pembatalan akomodasi sepihak sering terjadi di NTB?
Menurut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, kasus serupa pernah ditemukan sebelumnya, yang menunjukkan perlunya pengaturan lebih luas terhadap marketplace yang melayani pemesanan akomodasi.
Brian Priambudi
Jurnalis


.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)