Home
/
Automotive

Kalahkan Mandalika, Penonton MotoGP Malaysia 2026 Hampir 200 Ribu

MotoGP Malaysia 2026 pecahkan rekor penonton 196.542, lebih banyak dari Mandalika. Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama juga sukses meraih podium kedua Moto3.

Kalahkan Mandalika, Penonton MotoGP Malaysia 2026 Hampir 200 Ribu

Bagikan :

Highlight Artikel

  • MotoGP Malaysia 2026 mencetak rekor penonton tertinggi sepanjang sejarahnya dengan 196.542 orang.
  • Jumlah penonton di Sirkuit Sepang ini mengalahkan MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang mencatatkan 157.875 penonton.
  • Malaysia memiliki sejarah panjang sebagai tuan rumah MotoGP sejak 1991, sementara Indonesia sempat absen 25 tahun sebelum kembali di Mandalika 2022.
  • Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil meraih podium kedua pada ajang Moto3 Malaysia 2026.

Uzone.id - Gelaran MotoGP Malaysia 2026 yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November resmi mencetak rekor baru. Bahkan jumlah penonton di negara tetangga tersebut mengalahkan gelaran yang berlangsung di Mandalika satu bulan sebelumnya.

Berdasarkan unggahan di akun X @MotoGP, total akumulasi penonton yang hadir langsung ke Sirkuit Sepang selama tiga hari penyelenggaraan mencapai angka fantastis, yakni 196.542 orang.

Seperti diwartakan oleh laman Stadium Astro, pencapaian penonton ini merupakan rekor terbanyak sepanjang sejarah MotoGP Malaysia.



Jika dibandingkan dengan musim lalu, MotoGP Malaysia 2025 mencatatkan 190.977 penonton. Artinya, terdapat lonjakan angka lebih dari 6.000 penonton pada gelaran tahun ini.

Laman Stadium Astro juga membandingkan jumlah penonton di Sepang dengan MotoGP Indonesia 2026 yang digelar di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober lalu. Sepanjang tiga hari balapan di Mandalika, jumlah akumulasi penonton tercatat sebanyak 157.875 orang.

"Perbedaan sekitar 38.667 penonton memihak kepada Sepang, sekaligus mengukuhkan kedudukan Grand Prix Malaysia sebagai salah satu daya tarik utama dalam kalendar MotoGP," tulisnya.



"Kehadiran hampir 200.000 penonton menjadi dorongan positif bagi penyelenggaraan olahraga otomotif di negara ini, sekaligus mencerminkan dukungan berkelanjutan dari para penggemar terhadap ajang balap berkelas dunia di Sepang," tukasnya.

Tapi perlu diingat, Malaysia sudah menjadi tuan rumah MotoGP sejak tahun 1991. Sejarah panjang tuan rumah MotoGP di Malaysia membuat antusias penonton sudah terbangun sejak lama.

Indonesia juga memiliki sejarah soal jadi tuan rumah MotoGP, tepatnya pada tahun 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul. Namun setelahnya, Indonesia absen cukup lama menjadi tuan rumah MotoGP.



Baru pada tahun 2022, setelah Sirkuit Mandalika selesai dikerjakan, Indonesia kembali menjadi tuan rumah balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. Artinya terdapat jeda yang cukup lama, tepatnya 25 tahun, Indonesia absen menjadi tuan rumah MotoGP.

Meski kalah secara jumlah penonton dari Sepang, masyarakat Indonesia tetap bisa berbangga hati dengan gelaran MotoGP Malaysia 2026 yang berlangsung akhir pekan kemarin.

Alasannya pembalap muda antusias Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil mengagumkan dengan berhasil meraih podium kedua pada ajang Moto3 Malaysia 2026.

Raihan ini makin spesial karena Veda sukses mengasapi pembalap tuan rumah, Hakim Danish, yang harus puas finis di posisi keempat.

FAQ Artikel

Apa rekor yang dicetak MotoGP Malaysia 2026?

MotoGP Malaysia 2026 mencetak rekor penonton terbanyak sepanjang sejarahnya, dengan total akumulasi 196.542 orang yang hadir langsung ke Sirkuit Sepang selama tiga hari penyelenggaraan.

Bagaimana perbandingan jumlah penonton MotoGP Malaysia 2026 dengan MotoGP Indonesia 2026?

MotoGP Malaysia 2026 mencatatkan 196.542 penonton, sekitar 38.667 penonton lebih banyak dibandingkan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika yang memiliki 157.875 penonton.

Apa prestasi pembalap Indonesia di MotoGP Malaysia 2026?

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil meraih podium kedua pada ajang Moto3 Malaysia 2026, mengasapi pembalap tuan rumah Hakim Danish.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article