
Dibanderol dengan harga Rp2.999.000, kamera Instax Mini Evo memungkinkan pengguna untuk memotret secara digital, memilih foto terbaik terlebih dahulu, baru kemudian mencetaknya dalam format film Instax Mini. Selain itu, kamera ini bisa difungsikan sebagai printer portabel untuk mencetak foto langsung dari galeri smartphone.
Beberapa fitur diusung oleh kamera ini, salah satunya adalah fitur kreatif yang memberikan banyak efek lensa buat diaplikasikan pada foto. Tersedia 10 efek lensa seperti Soft Focus dan Light Leak, serta 10 efek film seperti Monochrome dan Retro, yang bisa dipadupadankan. Total, ada 100 kombinasi kreatif yang bisa dieksplorasi pengguna untuk memberikan sentuhan personal pada setiap foto.Dari segi desain, Fujifilm Instax Mini Evo mengusung tampilan klasik premium dengan nuansa kamera analog. Hal ini terlihat dari adanya dial lensa, dial film, dan tuas cetak fisik yang memberikan sensasi mekanis saat digunakan.
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto menyampaikan, desain retro inilah yang membuatnya digemari anak-anak muda, keluarga, hingga komunitas kreatif di tanah air.
Lebih lanjut, ia pun mengatakan bahwa hadirnya warna Gentle Rose untuk Instax Mini Evo bukan sekadar penambah varian saja, melainkan cara perusahaan untuk memberikan ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan kepribadian dan kreativitas mereka.
Kami paham betul masyarakat Indonesia gemar mengabadikan dan berbagi momen. Dengan peluncuran ini, kami ingin menghadirkan kamera yang terasa segar, stylish, dan dekat dengan karakter hangat budaya Indonesia,” ujar Yamamoto dalam keterangan resminya.
Saat ini, Fujifilm Instax Mini Evo warna Gentle Rose sudah tersedia di Indonesia dengan harga Rp2.999.000. Kamera ini segera hadir di toko resmi Fujifilm Indonesia, mitra ritel kamera, serta platform e-commerce.