icon-category Gadget

Kebentur Paten Huawei, Apple Terancam Gak Bisa Jual Vision Pro

Uzone.id - Headset mixed reality Apple, Vision Pro besar kemungkinan bakal kena masalah kalau dijual di China. Masalahnya gak sepele, malah harus memaksa Apple untuk mengganti nama produk campuran augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) tersebut.

Vision Pro adalah perangkat jenis baru dan jadi rencana jangka panjang Apple ke depannya. Perangkat ini rencananya akan dipasarkan awal tahun depan di Amerika Serikat (AS) dengan harga yang gak murah sama sekali, tepatnya USD3.499 atau setara dengan Rp51,4 jutaan.

Setelah dijual di AS, Apple rencananya akan meluncurkan perangkat ini secara global. Inilah yang jadi masalah, terutama kalau Apple memutuskan menjual Vision Pro di China nantinya.

Pasalnya, merek dagang ‘Vision Pro’ sudah lebih dulu dimiliki oleh Huawei, tepatnya sejak 16 Mei 2019 atau empat tahun sebelum Vision Pro dari Apple rilis. Dan, hak eksklusif ini dimiliki Huawei sampai 27 November 2031 mendatang.

Bukan cuma sekadar nama yang dipatenkan Huawei, produk dengan nama ini memang dijual oleh perusahaan ini di China. Ada kacamata pintar namanya Huawei Vision Glass, dan smart TV bernama Huawei Vision Smart Screen.

Itu berarti, kalau Apple memang mau memasarkan Vision Pro di China, mereka harus mengganti nama perangkat mixed reality mereka agar tak kena masalah.

Atau, Apple bisa bernegosiasi dengan Huawei untuk menggunakan merek dagang Vision Pro di China. Butuh waktu dan gak gampang memang, tapi hal ini memungkinkan Apple untuk mempertahankan nama headset mixed reality mereka di pasaran China.

Opsi terakhir, Apple gak sama sekali menjual Vision Pro di China. Tapi agaknya, pilihan ini besar kemungkinan gak akan kejadian, karena China menjadi salah satu pasar teknologi terbesar di dunia, termasuk buat Apple juga.

Apple seharusnya punya banyak cukup banyak waktu untuk menyelesaikan masalah ini, mengingat Vision Pro akan dipasarkan di tahun depan, dan itupun baru terbatas di AS saja. Belum ada informasi kapan Apple akan menjual Vision Pro secara global, termasuk di China.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini