
Uzone.id - Aplikasi edutech Kelas Pintar terpilih menjadi salah satu dari 19 mitra pembangunan yang akan membantu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dalam mempercepat, memfasilitasi, dan menguatkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Indonesia.
Sebagai mitra, Kelas Pintar akan berpartisipasi dalam sosialisasi, pendampingan satuan pendidikan binaan, penyusunan modul dan perangkat ajar, hingga melakukan pengunggahan sumber maupun bahan ajar pada platform Merdeka Mengajar.Founder dan CEO Kelas Pintar, Fernando Uffie mengatakan, Kelas pintar telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek sebagai mitra pembangunan IKM.
Adapun untuk ketentuannya, startup edutech tersebut harus mandiri dalam hal pendanaan, memiliki sekolah binaan, memiliki MoU dengan pemerintah daerah, serta diharapkan sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun. Mitra juga wajib memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran.
Baca juga: LingoAce, Startup Belajar Bahasa Mandarin untuk Anak
“Kelas Pintar pun menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi mitra pembangunan IKM ini,” klaim Uffie, dalam keterangan resmi yang diterima Uzone.id pada Kamis (25/8).
Lebih lanjut, Uffie mengungkap bahwa Kelas Pintar saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 Sekolah di seluruh Indonesia, di mana 523 Sekolah di antaranya merupakan Sekolah Binaan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Rinciannya, 351 sekolah binaan di jenjang SD, 146 SMP dan 26 SMA. Sekolah binaan tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.
Program Kelas Pintar untuk IKM
Baca juga: Karyawan Perempuan XL Axiata Siap Berguru ke Microsoft
Uffie turut merinci tentang berbagai kegiatan yang sudah dan akan dilakukan oleh Kelas Pintar sebagai mitra pembangunan IKM.
“Kami percaya bisa berkontribusi dalam upaya memajukan dunia pendidikan tanah air melalui akselerasi dan penguatan IKM,” tutup Uffie.