
"Selamat pagi Emak, selamat pagi Abah..."
Bukan hanya lagu dari Keluarga Cemara itu yang melekat dalam ingatan. Karakter Emak, Abah, Euis, Ara dan Agil juga sangat ikonis. Yang juga diingat, ceritanya yang sederhana.
Keluarga Cemara pernah menghiasi layar televisi Indonesia sejak 1996 hingga 2005. Namun mendadak cerita keseharian yang bergantung pada penghasilan seorang penarik becak itu dihentikan. Adi Kurdi, pemeran Abah kini mengungkap alasannya.
"Sebab jika semua orang mengikuti gaya hidup sederhana tokoh Abah, maka produk industri tidak ada yang mau membeli," katanya pada Jumat (17/8), seperti dilaporkan Antara.
Lihat juga:Lima Rekomendasi Film Akhir Pekan |
Ia mengungkapkan, dahulu Abah adalah seorang kaya. Ia bahkan punya perusahaan. Namun kemudian mereka jatuh miskin dan harus berhadapan dengan kehidupan di roda terbawah. Kisah saat Abah masih kaya dan belum ke Sukabumi itulah yang diangkat jadi film.
"Saya sudah bertemu dengan Arswendo Atmowiloto dan para pemainnya," ujar Adi.
Arswendo sebagai penulis Keluarga Cemara, telah membebaskan Visinema Pictures yang menggarap film itu, untuk bereksplorasi dengan ceritanya. Masalah yang dihadapi keluarga Abah pasti berbeda. Meski begitu, nilai-nilai yang diusung kebanyakan masih sama.
"Ada dua nilainya, kejujuran dan rasa syukur," ujar Arswendo pada Antara.