Hangout Live

  Comment  
14 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Ar-rahman Msyfq 12 July 2018 | 12:12:10

gol ke rumah gua mau ke rumah aja nih orang di playstore ngeraguin tapi kalo ada orang lain.

briandhika Art 05 July 2018 | 11:52:06

rock n roll is back.. ayo ramaikan indonesia

Sunar Bronist 30 June 2018 | 09:48:11

bagus sekali..saya sangat menyukainya

Raffi Alhanif Alhanif 27 June 2018 | 22:30:30

mantap deh videonya pokoke joget deg okee okee okeelah

muhammad zainudin 26 June 2018 | 18:51:04

kembali lagi the rokers dengan ciri khas teriakannya bakal goyang dunia music

Load More Comments

UZone.id - Anak band akan selamanya menjadi anak band, mungkin ini ungkapan yang tepat bagi Candil, vokalis yang selalu tampil dengan rambut keriwil berpadu bandana di kening.

Memulai karir sebagai seorang vokalis bersama band Seurieus, pria bernama asli Dian Dipa Chandra ini lalu cepat dikenal di skema musik Indonesia.

Candil memang punya suara yang tidak hanya merdu, tapi juga jangkauan notnya yang  sangat tinggi, melengking kalau mau lebih mudah dibilang.

Namun bukan hanya suara tingginya yang membawa kejayaan bagi Candil kala itu, lirik-lirik jenaka berpadu musik rock ala Seurieus memang memberikan warna tersendiri dan mencuri perhatian para pendengar musik Indonesia.

Lagu hits mereka seperti “Bandung 19 Oktober”, dan “Rocker Juga Manusia” dengan mudah menjadi kesukaan banyak orang dan sering terdengar dimainkan di radio tahun 2000-an.

Sayang kemesraan yang terjalin dari 1994 antara Candil dan Seurieus harus berakhir di tahun 2008 setelah menghasilkan 4 album. Karena perbedaan visi dalam bermusik, Candil akhirnya keluar dari Seurieus.

Setelah sempat jalan sendiri beberapa saat, lalu membentuk beberapa band “proyekan” bersama beberapa teman musisi, Candil akhirnya memutuskan untuk membentuk “Candil in The Rockalisasi”.

“Setelah lama sendiri, saya menetapkan tidak boleh menjadi topeng monyet sendiri, harus mencari monyet-monyet lainnya,” ujar Candil sambil berkelakar kepada UZone.id yang disambut gelak tawa anggota Rocaklisasi lainnya.

Tapi sesungguhnya panggilan jiwa Candil sebagai anak band lah yang menyatukan mereka secara grup, Ia merasa bahwa tampil sendiri itu tidak seasik jika tampil bersama dalam sebuah band.

Lalu diajaklah satu persatu mulai dari Andre (gitar), Nova (gitar), Indra (rhytem), Momon (drum), dan Gery (bass) untuk bersama-sama dalam Rockalisasi.

“Misi kita adalah untuk merockalisir segala sesuatu, karena skill kita mentok di rock,” ujarnya penuh canda saat ditanya tujuan awal membentuk Rockalisasi.

Walalu sekilas punya warna musik yang sama dengan bandnya yang dulu, Candil justru merasa tidak takut terjebak di nuansa band yang sempat melambungkan namanya tersebut.

"Background musik masing-masing personel yang berbeda justru memberikan warna yang tidak sama dengan Seurieus," ujar Andre sang gitaris.

Lebih lanjut Candil menambahkan bahwa dia percaya nanti pada perjalanannya Rockalisasi akan menemukan bentuknya, karena saat ini para personel belum mengeluarkan segenap kemampuannya.

Read More
Wait For a Second
Load More
To Top