Home
/
Automotive

Kenali Perbedaan Sistem Penggerak Roda: FWD, RWD, 4WD dan AWD

Mobil punya berbagai sistem penggerak roda (FWD, RWD, 4WD, AWD) sesuai dengan peruntukannya, kenali jenisnya agar sesuai kebutuhan berkendara.

Kenali Perbedaan Sistem Penggerak Roda: FWD, RWD, 4WD dan AWD

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Industri otomotif mengenal lima jenis sistem penggerak utama: FWD, RWD, Part-time 4WD, Full-time 4WD, dan AWD.
  • FWD menyalurkan tenaga ke roda depan, efisien bahan bakar namun rawan understeer, cocok untuk berbagai segmen kendaraan modern.
  • RWD mengonsentrasikan tenaga pada roda belakang, optimal saat beban berat, kemudi ringan, namun rawan oversteer dan kurang efisien bahan bakar.
  • Sistem 4WD dan AWD menyalurkan tenaga ke seluruh roda untuk stabilitas maksimal di segala kondisi jalan, dengan AWD otomatis mendistribusikan torsi.

Uzone.id - Penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive - RWD) sempat jadi promadona di Tanah Air dalam beberapa dekade ke belakang. Durabilitas di segala medan jadi alasan utama.

Namun, mobil-mobil modern saat ini tidak hanya mengandalkan sistem penggerak RWD saja. Setidaknya, ada sejumlah pilihan sistem penggerak roda.



Pemilihan sistem penggerak roda pada kendaraan bermotor memegang peranan krusial dalam menentukan karakter pengendalian, tingkat efisiensi bahan bakar, hingga performa keseluruhan di jalan raya. 

Secara umum, industri otomotif mengenal lima jenis sistem penggerak utama, yakni penggerak roda depan (Front Wheel Drive atau FWD), penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive atau RWD), penggerak empat roda paruh waktu (Part-time Four Wheel Drive atau 4WD), penggerak empat roda permanen (Full-time 4WD), serta All-Wheel Drive (AWD). 

Setiap mekanisme dirancang dengan kalkulasi teknis tersendiri untuk memenuhi kebutuhan berkendara yang beragam.

Sistem Penggerak Roda Depan (FWD)

Sistem penggerak roda depan atau FWD menyalurkan tenaga mesin secara khusus ke dua roda bagian depan. 

Konfigurasi ini mayoritas dipadukan dengan tata letak mesin depan berposisi melintang yang dikenal dengan istilah Front Engine, Front Wheel Drive (FF). 

Skema FWD mendominasi berbagai segmen kendaraan modern, mulai dari city car, hatchback, sedan skala kecil hingga besar, hingga kategori SUV dan MPV seperti Honda Jazz, Suzuki Baleno, Mitsubishi Xpander, Nissan Livina, serta Toyota Altis Hybrid. 

Penggunaan tata letak mesin melintang pada FWD membuat mekanismenya jauh lebih efisien karena garis sumbu putaran mesin langsung sejajar dengan sumbu putaran roda, sehingga gigi akhir hanya berfungsi memangkas rasio tanpa perlu mengubah arah putaran.

Ketiadaan komponen as kopel penghubung ke area belakang secara otomatis memangkas jumlah komponen bergerak, menurunkan tingkat gesekan, dan memaksimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar. 

Meski begitu, FWD memiliki batasan teknis karena roda depan harus memikul peran ganda sebagai penggerak sekaligus pengendali arah kemudi. 

Pemusatan beban kendaraan di area depan ini kerap memicu gejala nyelonong atau understeer saat kendaraan membelok dalam kecepatan tinggi.

Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD)

Berbeda dengan FWD, sistem penggerak roda belakang atau RWD mengonsentrasikan penyaluran tenaga pada dua roda bagian belakang. 

Skema RWD memiliki variasi penempatan mesin yang fleksibel, meliputi mesin depan (Front Engine, Rear Wheel Drive atau FR), mesin tengah (Mid-Engine, Rear Wheel Drive atau MR), serta mesin belakang (Rear Engine, Rear Wheel Drive atau RR). 

Di Indonesia, penerapan konfigurasi FR sangat familiar pada model kendaraan keluarga seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia (termasuk varian Veloz), dan Wuling Confero dan sejumlah mobil-mobil listrik China.

Keunggulan utama RWD terletak pada daya cengkeram traksi yang optimal ketika kendaraan mengangkut beban berat. 

Penempatan posisi mesin di bagian depan juga berfungsi sebagai zona penyerap benturan untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari benturan frontal. 

Karakter penyaluran tenaga RWD cenderung lebih halus dan membuat putaran kemudi terasa lebih ringan tanpa gangguan keliaran roda penggerak, sehingga tetap menjadi pilihan utama pada mobil-mobil mewah yang mengutamakan kenyamanan. 

Namun, kerugian gesekan mekanis akibat penggunaan komponen penyalur tenaga yang lebih panjang membuat efisiensi bahan bakar RWD relatif lebih sulit dicapai, terutama jika dipadukan dengan mesin berkapasitas pas-pasan. 

Selain itu, bagian belakang mobil RWD lebih mudah mengalami gejala oversteer atau membuang saat melibas tikungan.

Sistem Penggerak Empat Roda (4WD & AWD)

Adapun sistem penggerak empat roda seperti 4WD dan AWD menyalurkan tenaga ke seluruh roda kendaraan demi menghasilkan stabilitas penuh. Format 4WD terbagi menjadi dua opsi utama, yakni Part-time 4WD dan Full-time 4WD. 

Pada sistem Part-time 4WD, pengemudi dapat mengaktifkan atau mematikan mode penggerak empat roda sesuai dengan kondisi medan jalan melalui tuas transfer case, sebagaimana diterapkan pada Suzuki Jimny. 

Sementara itu, sistem Full-time 4WD bekerja tanpa opsi penggerak dua roda (2WD) dan mengandalkan pilihan mode berkendara spesifik seperti 4H (High Range), 4L (Low Range), atau kunci diferensial (Differential Lock).

Sementara pada sistem All-Wheel Drive (AWD), seluruh roda bergerak secara terus-menerus tanpa ketersediaan opsi pemindahan ke mode 2WD maupun opsi 4H dan 4L manual. 

Keunggulan utama AWD terletak pada pemerataan traksi maksimum di segala kondisi jalan. 



Apabila salah satu roda kehilangan cengkeraman atau selip, sistem komputer bersama komponen diferensial tengah (center differential) akan mendistribusikan ulang alokasi tenaga ke roda lain yang memiliki cengkeraman lebih kuat demi menjaga stabilitas posisi mobil.

Sistem AWD menyajikan tingkat stabilitas berkendara yang sangat tinggi karena komputer secara aktif memantau kondisi jalan dan mengatur proporsi tenaga roda secara presisi.

Dalam kondisi melaju normal, distribusi torsi standar berada pada rasio 40:60 antara roda depan dan belakang. 

FAQ Artikel

Apa saja jenis sistem penggerak roda pada kendaraan bermotor?

Industri otomotif mengenal lima jenis sistem penggerak utama: Front Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), Part-time Four Wheel Drive (4WD), Full-time 4WD, dan All-Wheel Drive (AWD).

Apa keunggulan dan kelemahan sistem FWD?

Keunggulan FWD adalah efisiensi bahan bakar dan konfigurasi mesin yang efisien. Kelemahannya, roda depan memikul peran ganda (penggerak dan kemudi) yang dapat memicu gejala understeer pada kecepatan tinggi.

Apa keunggulan dan kelemahan sistem RWD?

Keunggulan RWD meliputi daya cengkeram traksi optimal saat mengangkut beban berat, putaran kemudi lebih ringan, dan posisi mesin depan sebagai penyerap benturan. Kelemahannya adalah efisiensi bahan bakar yang relatif lebih sulit dicapai dan kecenderungan oversteer saat melibas tikungan.

Bagaimana perbedaan antara 4WD dan AWD?

Sistem 4WD memungkinkan pengemudi mengaktifkan atau mematikan mode penggerak empat roda (Part-time 4WD) atau memiliki mode berkendara spesifik tanpa opsi 2WD (Full-time 4WD). Sementara itu, AWD menyalurkan tenaga ke seluruh roda secara terus-menerus dan sistem komputer otomatis mendistribusikan torsi untuk menjaga stabilitas penuh.

Bagja Pratama

Bagja Pratama

Jurnalis

Menjadi jurnalis otomotif sejak tahun 2010 dan sudah mencoba ratusan jenis dan model mobil dan motor yang beredar di Indonesia.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article