
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikai (BMKG) menyebut hujan es yang terjadi di Depok dan sekitarnya pada Selasa (20/3) sore sebagai sebuah fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Fenomena ini juga menjadi penanda masa pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan hujan es yang terjadi pada saat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.
"Hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Biasanya kejadian ini diserta klat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat dan lebih banyak terjadi pada masa pancaroba musim," terang Hary kepada CNNIndonesia.com.
Lihat juga:Hujan Es Guyur Depok dan Bandung |
- Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
- Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
- Jika 1 - 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.