
Gerimis atau hujan rintik-rintik memang kedengarannya romantis. Namun bagi sebagian orang, gerimis justru bisa jadi penyebab migrain atau sakit kepala. Mungkin berjalan sebentar saja saat sedang gerimis bisa bikin migrain kumat. Padahal, orang-orang di sekitar Anda tampak baik-baik saja meskipun sama-sama kena air hujan. Lalu, mengapa Anda begitu sensitif terhadap gerimis? Untuk mencari tahu jawabannya, simak alasan mengapa gerimis bikin migrain dan sakit kepala berikut ini.
Anda mungkin bertanya-tanya, apa kaitan antara gerimis dengan sakit kepala? Pasalnya, Anda kan tidak kehujanan sampai basah kuyup. Mengapa kena gerimis sedikit saja sudah bisa memicu migrain atau sakit kepala?
Ternyata, menurut sebuah penelitian dalam The Journal of Headache and Pain, kondisi cuaca tertentu memang bisa memicu migrain dan sakit kepala. Menurut dr. Shuu-Jiun Wang, seorang ahli saraf yang juga mengepalai penelitian tersebut, beberapa orang memang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan saraf-saraf mereka lebih peka terhadap pemicu tertentu, salah satunya adalah cuaca.
Ketika gerimis turun, terjadi perubahan tak kasat pada tekanan serta kelembapan udara di sekitar Anda. Gerimis membuat tekanan udara menurun secara tiba-tiba sementara kadar kelembapan udara meningkat. Selain itu, tetesan air pada tubuh juga membuat Anda jadi semakin lembap. Akibatnya, suhu tubuh Anda pun turun secara tiba-tiba.
Beragam perubahan yang mendadak tersebut membuat kadar hormon serotonin yang diatur oleh otak jadi tidak seimbang. Saraf-saraf otak pun akan bereaksi secara berlebihan dan mengakibatkan migrain atau sakit kepala.
Supaya migrain dan sakit kepala tak mudah kumat, terutama di musim hujan, cobalah untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini.
The post Kenapa Gerimis Bikin Migrain dan Sakit Kepala Kumat? appeared first on Hello Sehat.