Setelah kerudung pashima banyak dipakai, saat ini tren kembali bergeser ke kerudung segi empat. Perancang Dian Pelangi mengatakan kerudung segi empat kembali dicari.
"Orang kalau punya baju bisa satu, tapi scarf banyak karena gampang ganti-ganti. Bisa punya motif yang sama dengan beberapa warna berbeda," kata Dian.
Selain alasan
mix-match yang gampang, kerudung segi empat dinilai sejalan dengan keinginan perempuan untuk tampil lebih praktis namun modis.
"Tren scarf segiempat balik lagi, simpel, modelnya enggak terlalu banyak, tapi bisa dibuat bergaya."
Kerudung segi empat yang dimaksud Dian adalah
print scarf dengan corak beragam. Meski banyak label yang mengeluarkan berbagai
print scarf, Dian masih berpegang teguh pada ciri khasnya yang menggunakan teknik pewarnaan ikat celup alias
tie-dye.Desainer 26 tahun itu baru saja meluncurkan koleksi kerudung segi empat dengan pewarnaan ikat celup (
tie-dye) hasil kolaborasi dengan brand kosmetik Wardah.
"Di tengah gempuran
print scarf, saya ingin tetap ada nilai tradisional yang menekankan pada
handmade," kata Dian yang bekerjasama dengan pengrajin Pekalongan untuk membuat kerudung segi empat ikat celup.
Dian menambahkan, bukan berarti dia berpendapat bahwa
print scarf membunuh kreasi pengrajin lokal. Tapi alangkah lebih baiknya bila keduanya berjalan beriringan.