
Xiaomi 15T hadir dalam beberapa varian warna, salah satu yang kami pegang berwarna Black dengan kelir hitam yang dibuat matte, tampak elegan dan tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari.
Kami terkesan saat pertama kali menggenggamnya. Berasa premium dan mantap di tangan. Bingkainya dibuat datar alias flat frame, berpadu dengan profil bodi yang dibuat ramping.
Di atas kertas, sisi tertipis ponsel ini cuma setebal 7,5 mm dengan bobot 194 gram, sehingga pas dalam genggaman.
Secara desain, sejujurnya cukup sulit membedakan mana Xiaomi 15T dan mana versi Pro-nya. Terutama pada modul kamera persegi dengan empat bulatan simetris, lengkap dengan logo ‘Leica’ yang terpampang jelas di tengahnya.
Meski, kalau ditelisik lebih dalam lagi, modul kamera versi Pro memiliki lensa periscope telephoto yang tidak dipunyai Xiaomi 15T ‘polosan’.
Plus-nya, desain yang hampir identik ini memberikan nilai tambah buat versi regulernya. Ibaratnya, tak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pengalaman yang sama premiumnya seperti Xiaomi 15T Pro.
Di depan, Xiaomi 15T memamerkan layar AMOLED seluas 6,83 inci yang memanjakan mata. Meskipun refresh rate-nya diturunkan menjadi 120Hz (dibanding versi Pro), panelnya tetap terasa mulus dan responsif berkat touch sampling rate 480Hz.
Sama seperti model Pro, layarnya punya tingkat kecerahan hingga 3.200 nits pada peak mode. Hal ini membuat layar tetap terlihat jelas dan tajam bahkan saat digunakan di bawah terik matahari. Untuk proteksi, layarnya sudah dilapisi Gorilla Glass 7i.
Fitur lainnya, layar Xiaomi 15T memiliki kedalaman warna sampai 68 miliar warna, dukung HDR10+, dan Dolby Vision.
Dapur pacu dan kamera upgrade
Xiaomi 15T ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 8400-Ultra, upgrade dari versi sebelumnya. Dimensity 8400-Ultra mengusung CPU all-big-core yang terdiri dari 1-core Cortex A725 dengan kecepatan 3,25 GHz, 3-core Cortex A725 pada kecepatan 3 GHz, dan 4-core Cortex A725 pada kecepatan 2,1 GHz.
Untuk menambah daya gedor perangkat, Xiaomi benamkan RAM LPDDR5X 12 GB yang bisa ditambah lagi 12 GB via Memory Extension, serta ruang penyimpanan UFS 4.1 512 GB. Biar performanya makin kencang, terdapat juga Performance Mode yang bisa diaktifkan via pengaturan Battery.
Jangan khawatir soal stabilitasnya, Xiaomi juga menyematkan sistem pendingin 3D IceLoop untuk menjaga performanya tetap stabil di level tertinggi.
Di sektor daya, Xiaomi 15T ditopang oleh baterai berkapasitas 5.500 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 67W. Tak ketinggalan, sertifikasi IP68 juga hadir untuk ketahanan terhadap air dan debu.
Di bagian kamera tak kalah menarik, dan memang jadi salah satu kelebihan dari Xiaomi 15T. Smartphone ini dibekali tiga kamera belakang hasil racikan bersama Leica.
Konfigurasinya terdiri dari kamera utama 50 MP dengan sensor Light Fusion 800 yang sudah didukung OIS, kamera telephoto 50 MP dengan kemampuan 2x optical-zoom, dan kamera ultrawide 12 MP.
Xiaomi tak hanya mengandalkan perangkat keras. Ponsel ini juga ditenagai Xiaomi AISP 2.0, sebuah sistem pemrosesan gambar berbasis AI yang dijanjikan mampu meningkatkan akurasi warna dan detail foto. Kemampuan merekam video hingga 4K pada 60 FPS dalam format 10-bit Log juga tersedia, fitur yang biasanya hanya ada di smartphone flagship saja.
Di Indonesia, Xiaomi 15T dibanderol dengan harga Rp6.499.000 untuk model 256 GB dan Rp7.499.000 untuk varian 512 GB. Harganya naik dari sebelumnya, Rp6.999.000 untuk varian 12/512 GB.