
-
Seperti layaknya dua sisi mata uang, dunia tidur juga dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu orang yang bisa dengan mudahnya tidur alias pelor (nempel langsung molor) dan orang yang sangat sulit tertidur.
Dalam perkembangannya, masalah kesehatan ikut membayangi kebiasaan tidur dan sulit tidur. Randy Gardner adalah salah satu contohnya. Sampai saat ini pria kelahiran 7 Agustus 1949 adalah pemegang rekor sebagai orang yang tak tidur terlama di dunia tanpa menggunakan stimulan apapun.
Gardner memegang rekor sebagai orang yang tak tidur selama 11 hari 25 menit.
Lihat juga:Mitos dan Fakta Seputar Insomnia |
Lihat juga:Penyebab Napas Bau Saat Bangun Tidur |
Namun cara yang dilakukan tiap-tiap negara berbeda. Misalnya di India mereka lebih memilih untuk meditasi agar memudahkan waktu tidur mereka. Meditasi memang diklaim akan membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres sehingga tubuh akan merasa lebih tenang dan mudah tertidur.
"Meditasi adalah salah satu rangkaian teknik yang membangkitkan respons relaksasi," kata Direktur emeritus Harvard yang berafiliasi dengan Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine dikutip dari laman Harvard Health Publishing.
Berbeda dengan orang India, warga Polandia dan Tiongkok mencoba mengatasi masalah tidur mereka dengan meningkatkan kualitas udara mereka.
Mereka beranggapan bahwa sulit tidur bukan cuma dipengaruhi oleh masalah internal (pikiran, sakit, dan lainnya), tapi juga masalah dari luar, termasuk udara.
Sekitar 6-10 orang di dunia juga memilki masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap tidur mereka. Misalnya insomnia, berdasarkan survei ini 26 persen orang dewasa memiliki masalah insomnia. Selain itu mendengkur juga merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas tidur.
Ketika kualitas dan kuantitas tidur sudah terganggu beragam aktivitas pun akan terganggu. Jika sudah demikian, banyak orang yang akhirnya 'balas dendam' soal tidur di hari libur.
"Tidur itu bukan seperti bank, Anda tidak bisa mengakumulasikan utang tidur kemudian membayarnya di waktu lain," kata Matthew Walker, Ahli saraf Inggris dan direktur Center for Human Sleep Science di University of California, Berkeley dikutip dari Esquire.
"Saya rasa tidur masih menjadi kepingan puzzle yang hilang dari kesehatan manusia. Ini bukan sesuatu yang disadari manusia sebagai sebuah hal penting untuk menghadapi penyakit."