News

Kisah Bambang Soegeng Yang Patut Menjadi Contoh di Indonesia

  • 09 October 2015
  • Bagikan :

    Kejadian bentrok antara polisi dan TNI ada yang disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas. Ada saja aparat yang tidak mau salah meskipun pangkatnya belum seberapa, apa lagi yang punya pangkat tinggi.

    Oleh karena itu, sebagai bangsa yang baik, mari Kita contoh sosok pemimpin yang baik juga, seperti Jenderal Mayor Bambang Soegeng yang merupakan pimpinan seluruh prajurit angkatan darat.

    Meskipun mempunyai kekuasaan, Sugeng tidak pernah memekai jabatannya tersebut untuk lolos dari jeratan hukum.

    Jendral ini merupakan orang yang hobi naik sepeda motor. Pada suatu saat Ia hendak meminjam motor temannya untuk keliling Jogja.

    Saat Ia berkeliling tahun 1952, tiba-tiba sang Jendral di stop oleh polisi karena menerobos lampu merah. Wajar saja polisi pada saat itu tidak tahu lantaran Jendral ini tidak memakai seragam.

    Polisi pada saat itu langsung menasehati Sugeng panjang lebar, Jendral ini pun diam saja. Pada saat diminta untuk menunjukkan SIM, polisi lalu lintas pun langsung memberi hormat ke bapak Jendral kemudian minta maaf.

    Namun yang mengejutkan yakni, Sugeng malah mengatakan “Memang saya yang salah. Saya menerima pelajaran dari Pak Polisi”

    Bambang Soegeng  tidak marah kepada polisi bahkan Ia mengaku salah kepada polisi tersebut.

    Kisah ini dimuat dalam buku Panglima Bambang Sugeng, Panglima Komando Pertempuran Merebut Ibu Kota Djogja Kembali 1949. Buku tersebut ditulis oleh Edi Hartoto dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas tahun 2012 (Dream)