Home
/
Startup

Komdigi Bakal Atur Tarif dan Berat Kiriman Makanan di Ojol

Kementerian Komdigi sedang memfinalisasi aturan baru untuk layanan pengantaran barang dan makanan digital di platform seperti Grab hingga Shopee.

    Komdigi Bakal Atur Tarif dan Berat Kiriman Makanan di Ojol

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kementerian Komdigi sedang memfinalisasi aturan turunan untuk layanan pengantaran barang dan makanan digital.
  • Regulasi ini akan dibuat berbeda dari aturan ojek online penumpang karena karakter bisnis dan operasional yang unik.
  • Penghitungan biaya akan mempertimbangkan variabel kompleks seperti waktu tunggu, dimensi barang, dan karakteristik layanan.
  • Aturan juga akan berfokus pada keselamatan pengantaran, termasuk validasi ukuran dan berat barang untuk menghindari muatan berlebih.

Uzone.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selangkah lagi akan mengesahkan aturan turunan khusus untuk pengantaran barang dan makanan berbasis digital, termasuk di platform ride-hailing dan juga e-commerce.

Regulasi Baru Pengantaran Barang dan Makanan Digital

Saat ini, pembahasan aturan mengenai penyusunan aturan turunan yang akan mengatur layanan pengantaran barang dan makanan sudah masuk tahap finalisasi.

Komdigi juga sudah melakukan pembahasan substansi utama dari atura ini bersama dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Draf besarnya sudah hampir selesai. Tinggal penyempurnaan beberapa definisi dan penyusunan aturan turunannya, terutama yang berkaitan dengan layanan pengantaran barang dan makanan," kata Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria saat audiensi bersama Grab Indonesia, Selasa (28/07).

Perbedaan dengan Aturan Ojek Penumpang

Menurut Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria, aturan ini akan dibuat berbeda dengan aturan layanan ojek online khusus penumpang yang sudah ada saat ini.

Pasalnya, layanan barang dan makanan digital ini memiliki karakter bisnis dan juga operasional yang tidak sama dengan layanan ojek online.

“Karena itu regulasi turunannya juga harus disusun secara berbeda agar tetap memberikan kepastian, tetapi tidak menghambat inovasi yang berkembang di industri," katanya.

Mekanisme Penghitungan Biaya yang Lebih Kompleks

Nantinya, mekanisme penghitungan biaya/ongkos layanan pengantaran barang tidak akan disamakan dengan transportasi penumpang. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan lebih banyak variabel operasional.

“Untuk pengantaran barang dan makanan memang ada komponen-komponen bisnis yang lebih kompleks. Ada waktu tunggu, ada dimensi barang, ada karakteristik layanan yang berbeda. Karena itu, mekanisme pengaturannya juga harus mempertimbangkan realitas operasional di lapangan," ujar Nezar.

Fokus pada Keselamatan Pengantaran Barang

Gak cuma pengaturan soal biaya, regulasi ini juga akan mengatur mengenai keselamatan saat pengantaran barang sehingga menghindari muatan yang melebihi kapasitas kendaraan.

Aturan ini nantinya akan meminta platform untuk menerapkan mekanisme berupa validasi ukuran dan berat barang yang lebih akurat.

“Informasi yang akurat penting untuk menjaga keselamatan mitra pengemudi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," ujarnya.

Cakupan Aturan dan Tahapan Finalisasi

Tidak hanya ditujukan pada platform ride-hailing saja, atura ini juga akan ditujukan pada platform e-commerce yang memiliki layanan pengiriman barang dan makanan.

Tidak disebutkan kapan aturan ini akan disahkan, namun hingga saat ini Kementerian Komdigi masih terus menerima masukan dari pelaku industri agar kebijakan ini semakin sempurna dan diterima oleh semua pihak.

 

FAQ Artikel

Apa fokus utama regulasi baru Komdigi ini?

Regulasi ini fokus pada layanan pengantaran barang dan makanan berbasis digital, termasuk di platform ride-hailing dan e-commerce.

Mengapa aturan ini berbeda dengan regulasi ojek online penumpang?

Karena layanan pengantaran barang dan makanan memiliki karakteristik bisnis dan operasional yang lebih kompleks dan berbeda dari layanan ojek online penumpang.

Aspek apa saja yang akan diatur dalam mekanisme penghitungan biaya?

Mekanisme penghitungan biaya akan mempertimbangkan variabel operasional yang lebih kompleks seperti waktu tunggu, dimensi barang, dan karakteristik layanan.

Bagaimana regulasi ini menangani aspek keselamatan?

Regulasi ini akan meminta platform untuk menerapkan mekanisme validasi ukuran dan berat barang yang lebih akurat untuk menghindari muatan berlebih dan menjaga keselamatan mitra pengemudi.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article