
Uzone.id – Komdigi memanggil Meta terkait isu dugaan kebocoran data pengguna, Rabu (14/01). Sebelumnya, ramai isu pencurian 17,5 juta data pengguna Instagram dari seluruh dunia. Data yang dicuri tersebut memuat informasi sensitif termasuk alamat email, nomor telepon, dan lokasi.
Pengguna kemudian mendapat pesan email untuk mereset password. Isi pesan tersebut terlihat menyakinkan sehingga membuat pengguna Instagram kebingungan dan cemas terkait keamanan akun mereka.Tak lama, Instagram langsung membantah adanya kebocoran data dan menegaskan jika data pengguna aman. Pengguna juga diminta untuk mengabaikan email tersebut.
Dalam keterangan resmi, Instagram mengaku telah memperbaiki celah yang menyebabkan pihak eksternal bisa mengirimkan permintaan reset lewat email kepada para pengguna.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyampaikan bahwa Meta menjelaskan proses reset kata sandi merupakan mekanisme internal yang berjalan melalui sistem resmi Instagram dan tidak membuka akses kata sandi kepada pihak lain.
Terkait informasi dugaan kebocoran data yang dikaitkan dengan laporan pihak ketiga, Instagram menyampaikan bahwa hingga saat ini masih dilakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan keabsahan isu tersebut.
“Tidak ada password pengguna yang dapat diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain oleh pemilik akun itu sendiri, serta tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan fitur reset password untuk pengambilan data oleh pihak eksternal. Proses pendalaman masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan,” lanjut Dirjen Alexander.
Dirjen Alexander juga menegaskan bahwa pemanggilan dan klarifikasi terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) merupakan kewenangan Komdigi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
“Pemanggilan terhadap Meta terkait isu ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi data pribadi masyarakat dan menjaga keamanan ruang digital nasional,” tegasnya.
Komdigi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan akun digital masing-masing.
Komdigi akan terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah yang diperlukan guna memastikan keamanan sistem elektronik serta perlindungan data pribadi masyarakat Indonesia.