icon-category Digilife

Kominfo Bakal Lacak WNI yang Jadi Pekerja Judi Online di Kamboja

  • 03 Apr 2024 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Tidak hanya pemainnya saja yang membludak di tanah air, ternyata judi online juga banyak merekrut warga Indonesia untuk menjadi admin hingga developer game judi online.

Sayangnya, ‘pabrik’ game judi online ini tidak berdomisili di Indonesia melainkan negara tetangga seperti Kamboja dan Myanmar. Saat ini, tercatat lebih dari 50 persen WNI yang ada di Kamboja bekerja di industri tersebut.

Sebagai salah satu pihak yang berisik dan lantang soal pemberantasan rantai judi online di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak tinggal diam melihat tren tersebut.

Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria mengatakan bahwa saat ini Kominfo telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melacak pekerja judi online yang berasal dari Indonesia.

alt-img

“Kita sudah bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk Bareskrim Polri untuk melacak soal pekerja Indonesia yang direkrut mafia judi online yang berbasis di Kamboja, Myanmar dan negara lain,” kata Nezar Patria saat ditemui di acara Hatch x PEDE, Selasa, (02/04).

Selain melakukan pelacakan, Kominfo juga turut menghubungi pemerintah setempat untuk masalah ini. Sayangnya, hal ini menjadi sulit karena terhalang aturan yang berbeda, di mana di 2 negara ini, judi online dianggap legal dan tidak melanggar hukum.

“Ada beberapa kendala karena di sana judi legal, ada peraturan yang berbeda. Nah, maka dari itu kita coba antisipasi jalurnya,” ujarnya.

Antisipasi ini salah satunya dilakukan dengan menghubungi pihak-pihak terkait untuk meredam judi online sehingga tidak menyasar masyarakat Indonesia. Salah satu antisipasi ini adalah bekerja sama dengan OJK untuk memblokir rekening judi online, menegur platform dan menutup konten-konten berbau perjudian online.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini