Digilife

Kominfo Bangun Government Cloud Standar Global di Jabodetabek

  • 28 December 2021
  • Bagikan :
    Kominfo Bangun Government Cloud Standar Global di Jabodetabek Johnny G. Plate (Foto: Tangkapan layar YouTube)

    Uzone.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menangani konsolidasi pusat data pemerintah Indonesia.

    Selama ini, Indonesia punya sekitar 2.700 pusat data pemerintah, dan hanya 3 persen yang memanfaatkan sistem cloud sehingga bisa memenuhi standar global.

    "Selebihnya pusat-pusat data yang sangat sederhana sehingga kita tidak kaget apabila terjadi masalah pada saat kita lakukan interopabilitas data di antar kementerian pusat dan daerah khususnya Covid-19," kata Menteri Kominfo Johnny G. Plate saat berbicara di acara 'Mendigitalkan Indonesia: Retrospreksi Kominfo 2021 dan Outlook 2022' di Ballroom A Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (28/2/2021).

    Kaleidoskop 2021: Facebook Dituding Biang Pembantaian Rohingya

    Dengan fakta tersebut, Johnny mengakui dirinya sering mendengar keluhan karena dari 2.700 pusat data pemerintah, cuma tiga persen saja yang memanfaatkan cloud. Jadi, begitu sulitnya untuk melakukan interopabilitas di Indonesia.

    Dia menambahkan, Kominfo akhirnya mengambil tindakan di situasi yang begitu sulit. Itu tidak ada pilihan lain karena Kominfo harus menyiapkan data yang akurat saat pemerintah harus mengambil keputusan, terutama terkait penanganan pandemi Covid-19.

    "Untuk itu, Kominfo menyiapkan pusat data yang saat ini melayani 223 instansi pemerintah, termasuk keperluan data untuk menangani pandemi Covid-19," ucap Johnny.

    Menurutnya, pusat data telah disimpan di Kominfo dan sangat dijaga keamanan datanya. Johnny mengatakan hal itu bukan pekerjaan yang gampang karena pekerjaan ini sangat sensitif dan sulit.

    Ditambah, kata Johnny, masyarakat dan tokoh-tokoh nasional belum sepenuhnya paham. Padahal, data terkait dengan masa depan dan kedaulatan Indonesia.

    "Sehingga Kominfo sangat waspada menanganinya. Oleh karena itu, hal ini terkait dengan kedaulatan. Kedaulatan negara, kedaulatan bangsa, masa depan negara, masa depan bangsa," ucap Johnny.

    BACA JUGA: Cara Balas Email Otomatis Pas Cuti Tahun Baru

    Government Cloud

    Dalam pidatonya, Johnny juga menyinggung pemerintah harus segera membangun government cloud. Kominfo pun telah mempersiapkannya dan ada empat government cloud yang akan dibangun.

    Government cloud dengan standar global bisa dibangun di kawasan Jabodetabek dan diharapkan sudah beroperasi di tahun 2022 atau setidaknya awal 2024.

    "Sekedar informasi, kita juga akan membangun pusat data nanti, satunya di Batam, satu di ibu kota baru atau dekat dengan ibu kota baru, dan satu di wilayah selatan Indonesia. Saat ini kita mempertimbangkan secara serius di Labuan Bajo," ucap Johnny.

    Johnny lalu memberi alasan pusat data harus dibangun tidak semata-mata melihat kotanya, namun melihat jaringan tulang punggung yang menghubungkan Indonesia ada di sana.

    "Yang tadi saya sebutkan 359 ribu kilometer fiber optik itu melintasi seluruh kawasan nasional kita, juga termasuk melewati kawasan utara Manado, Pulau Sula, Ternate disambungkan dengan Papua," ungkapnya.

    Kominfo juga masih konsisten menjalankan program smart city demi tata kelola ruang digital yang memadai.

    Dari 100 kota yang masuk program smart city, 98 kota (dari 514 kabupaten) di Indonesia telah ambil bagian secara aktif dan setiap tahunnya selalu dievaluasi oleh Kominfo.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini